Renungan suci #2

Renungan Suci #2

Banyak orang yang cemas karena menanggapi perkara-perkara kecil yang sebenarnya tidak penting dan tidak pantas untuk dipermasalahkan.

"Janganlah kamu berangkat pergi berperang di bawah udara yang panas".[QS. at-Taubah 81]

"Berilah kami ijin tidak berperang di dalam panas yang terik ini".[QS. at-Taubah 49]

"Kami takut akan mendapat azab".[QS. al-Maidah 52]

"Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya".[QS. al-Ahzab 12]

Dalam kata-kata bijak di sebutkan:

Di mata orang kecil, perkara kecil tampak besar.Di mata orang besar, perkara besar tampak kecil.

Lihatlah orang-orang munafik. Betapa rendah tekad dan keinginan mereka. Inilah ucapan mereka, "Jangan bepergian di musim panas. Ijinkan aku tetap tinggal di rumah dan jangan jerumuskan aku ke dalam fitnah. Rumah kami adalah aurat, kami takut mendapat bencana. Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan untuk kami, melainkan tipuan belaka." Alangkah kecewanya mereka dan alangkah hinanya jiwa-jiwa ini.

Cita-cita mereka hanyalah persoalan perut, piring, rumah, syahwat dan kemewahan. Mereka tidak pernah mengangkat pandangan ke alam ideal, tidak pernah sekalipun melihat bintang-bintang kemuliaan. Ambisi dan batas pengetahuan hanyalah tertuju pada hewan tunggangan yang bagus, dan pakaian yang mentereng.

Perhatikan wahai manusia. Engkau melihat mereka setiap pagi dan sore gelisah karena berselisih dengan istri atau anak-anak mereka, atau dengan kerabat mereka hanya karena mendengar ucapan yang tidak penting.

Inilah musuh-musuh manusia itu. Mereka tidak memiliki cita-cita mulia yang menyibukkan mereka. Mereka tidak mempunyai perhatian mulia guna mengisi waktu mereka.

Inilah musibah-musibah mereka. Mereka tidak mempunyai cita-cita mulia. Mereka tidak mempunyai perhatian untuk mengisi waktu untuk mencapai kesempurnaan hidup. Mereka mengatakan,"Apabila air keluar dari bejana, maka bejana ini terisi udara."Karena itu, pikirkanlah urusan apa yang menjadi perhatianmu. Apakah masalah ini layak mendapatkan perhatian? Manfaatkanlah akal pikiranmu dan tenagamu untuk sesuatu yang berguna. Seorang ulama mengatakan,"Beliau garis(batas) rasional yang tegas untuk setiap hal."Maha besar Allah yang berfirman:

"Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."[QS.ath-Thalaq 3]

Karena itu hadapilah permasalahan sesuai dengan kadarnya, serta hindarilah kedzaliman serta tindakan yang melampaui batas.

Halaman:


  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih
  37. Sabar Dalam Cobaan

Hari ini adalah milik kita. Manfaatkanlah sebaik mungkin untuk berbuat demi mencapai kebahagiaan hidup dan untuk beramal demi mencapai surga akhirat nanti.

Manusia yang sukses segala-galanya adalah mereka yang memiliki kebahagiaan dan kedamaian lahir dan batin. Mereka yang memiliki kehidupan yang seimbang, di dunia beruntung dan di akhirat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Rahasia untuk mencapai kedua hal tersebut, haruslah kita menempuh jalan ma'rifat (jalan orang-orang yang arif). Orang yang ma'rifat adalah mereka yang berjiwa besar. Mereka mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan, mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, mampu mengubah sakit menjadi sebuah kenikmatan dan lain sebagainya.

Semoga dengan rajin membaca hal-hal yang bermanfaat, kita menjadi manusia yang berarti bagi sesama dan mulia di hadapan Allah swt. Biasakanlah budaya membaca dengan mencari Halaman yang bermanfaat, maka seakan-akan kita mendapatkan energi yang luar biasa untuk bangkit dan bersemangat. Bangkit berjuang menjalani hidup dan terpacu untuk beramal baik.

Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh