Renungan Suci #1

     Banyak orang yang cemas karena menanggapi perkara-perkara kecil yang sebenarnya tidak penting dan tidak pantas untuk di permasalahkan.

Janganlah kamu semua berangkat pergi berperang di bawah udara yang panas. [QS. At-Taubah 81]

Berilah kami ijin tidak berperang di dalam panas yang terik ini. [QS. At-Taubah 49]

Kami takut akan mendapat azab. [QS. Al-Ahzab 12]

     Dalam kata-kata bijak disebutkan :
Di mata orang kecil, perkara kecil tampak besar.
Di mata orang besar, perkara besar tampak kecil.

     Lihatlah orang munafik. Betapa rendah tekad dan keinginan mereka. "Jangan bepergian di musim panas. Izinkan aku tetap tinggal di rumah dan jangan jerumuskan aku ke dalam fitnah. Rumah kami adalah aurat, kami takut mendapat bencana. "Alangkah kecewanya mereka dan alangkah hinanya jiwa-jiwa ini.

     Cita-cita dan ambisi mereka hanyalah persoalan perut, piring, rumah, syahwat dan kemewahan. Mereka tidak pernah mengangkat pandangan ke alam ideal, tidak pernah sekalipun melihat bintang-bintang kemuliaan. Ambisi dan batas pengetahuan hanyalah tertuju pada hewan tunggangan yang bagus, pakaian yang mentereng.

     Perhatikanlah wahai manusia ! Engkau melihat mereka setiap pagi dan sore gelisah karena berselisih dengan istri atau anak-anak mereka, atau dengan kerabat mereka hanya mendengar ucapan yang tidak penting.

     Inilah musibah-musibah manusia itu. Mereka tidak memiliki cita-cita mulia yang menyibukkan mereka. Mereka tidak mempunyai perhatian mulia guna mengisi waktu mereka.

     Inilah musibah-musibah mereka. Mereka tidak memiliki cita-cita mulia. Mereka tidak memiliki perhatian untuk mengisi waktu untuk mengisi kesempurnaan hidup. Mereka mengatakan, "Apa bila air keluar dari bejana, maka bejana ini terisi udara. "Karena itu, pikirkanlah urusan apa yang menjadi perhatianmu. Apakah masalah ini layak mendapat perhatian ?
manfaatkanlah akal pikiranmu dan tenagamu untuk sesuatu yang berguna. Seorang ulama mengatakan, "Buatlah garis (batas) rasional yang tegas untuk setiap hal." Maha benar Allah yang berfirman :

قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Referensi: https://tafsirweb.com/10983-quran-surat-at-talaq-ayat-3.html

     Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. [QS. Ath-Thalaq 3]

     Karena itu hadapilah permasalahan sesuai dengan kadarnya, serta hindarilah kedzaliman serta tindakan yang melampaui batas.

Halaman:

  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih
  37. Sabar Dalam Cobaan
Semoga bermanfaat.

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh