Singkirkan Ketidaknyamanan

https://www.percetakansukawera.com/2021/03/singkirkan-ketidak-nyamanan.html

Singkirkan Ketidak Nyamanan

Saya tidak ngerti apa yang harus di lakukan setelah merasa bukan satu-satunya. Saya mengerti bahwa hal-hal yang telah terjadi pada saya menjadi mengerikan dan membuat saya stres setiap hari. Sejak episode itu cukup lama saya terus-menerus cemas, tentang apa lagi sepanjang hari. Sebelumnya saya biasanya merasa tidak memiliki kesempatan untuk benar-benar merasa lebih baik, dan saya akan meninggal.

Kadang-kadang ketika tiba-tiba saya merasa tertekan, saya bingung, saya sering kesal pada diri saya sendiri, dan perlu menemukan strategi untuk menghilangkan kekecewaan dan ketakutan itu baik dengan menonton film di web atau mencari rekaman menarik seperti di YouTube, sampai saya tidak mempertimbangkan kekhawatiran saya lagi.

Menggambarkan pertemuan saya dengan orang lain tidak bisa membuat saya tenang. Bagian yang lebih besar menasihati saya untuk mendekat kepada Tuhan, terlepas dari kenyataan bahwa itu benar-benar tidak ada bedanya jika itu adalah hal terbaik yang bisa mereka jalani.

Namun belum lagi Tuhan mendekatlah pada diri saya sendiri saya stres. Juga tanpa diingatkan oleh orang lain Tuhanlah yang saya rasakan sangat dekat dengan esensinya ketika gelombang hiruk pikuk terjalin. Sangat dekat! Biar bagaimanapun berakhir di Tuhan.

Ya, saya sudah konsisten menjalaninya. Semuanya sejak saat itu berubah setelah suatu hari saya bertemu seseorang. Dia mengatakan sesuatu seperti ini "Akui saja jika kamu menolak sesuatu yang penting yang berhak kamu lewatkan.

Selanjutnya kamu perlu terus menyia-nyiakan hidupmu dengan melanjutkan untuk melakukan pemecatan" tubuh semacam kekuatan yang menghabiskan setiap otot juga hilangkan kekhawatiran yang bersama-sama keras. Saya tidak tahu karena bagi saya kalimat itu sangat memikat!

Tidak ada bedanya jika orang lain yang tidak berpikir dengan cerdas terlepas dari bagaimana jiwa saya bekerja. Sepertinya kasus bertemu dengan kunci yang nyaman. Ini terbuka tanpa bantuan dari orang lain dan membuat tanda centang! Rasanya seperti itu!

Pada titik itu saya berpikir jika memang begitu, bagaimana mungkin kita menolak sesuatu yang sudah ada didalam diri kita. Bukankah begitu? Misalnya kami kurang suka mandi yang jika kotor airnya bisa dibuang setelah itu dibersihkan secara rutin.

Jadi saya mempertimbangkan apa yang kita bisa dan harus jalani cukup mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan pantas untuk disyukuri. Sejak hari itu diriku merasa bahwa saya dapat memiliki hari yang lebih baik, sekali lagi meskipun tidak seperti sebelumnya saya diserang oleh serangan alarm menakutkan.

Mungkin aku punya alasan lain untuk napasku, terlepas dari apakah itu masih kabur. Terlepas dari kenyataan bahwa tidak butuh waktu lama bagi tubuh saya untuk kembali ke kondisi yang paling mengerikan, sesekali Saya kembali mencari data tentang apa pun dan siapa pun yang meminta penghiburan agar saya merasa baik atau mungkin membawa saya ke keadaan sebelum saya diserang oleh serangan alarm yang menakutkan.

Saya mencoba banyak hal meskipun pada saat itu diriku mirip dengan seseorang yang susah payah. Saya tidak dapat melakukan apa pun dan tidak memiliki keinginan untuk kembali ke hidup saya, sebelum saya diserang oleh serangan alarm rasa takut.

Selain itu, saya hanya bisa merasa frustrasi tentang diri saya sendiri secara konsisten. Bayangkan 25 tahun menghadapi keadaan darurat takut melewatkan kesempatan besar secara konsisten sulit mendapatkan inspirasi sekarang dan kemudian benar-benar mencari uang tunai dari orang tua saya. Betapa memalukan!

Saya punya pilihan untuk membayangkan bahwa masalah kecemasan dan ketidaknyamanan adalah efek samping dari ketegangan saya, untuk menghadapi keadaan darurat kuartal. Juga itu hanya membuatku merasa tidak enak.

Jadwal harian untuk merenungkan berbagai hal menyebabkan kepala saya terus-menerus terasa berat dan tubuh saya terkuras tanpa masalah. Selain itu penyakit perut saya yang memicu rasa tidak nyaman saya, kemudian ketegangan yang mengacaukan perut dalam banyak masalah.

Sederhananya, apa yang saya bisa dan saya senang hidupi adalah mengarang. Saya sudah terbiasa menyampaikan sebagian pendatku bukan hanya komposisi sebagai tulisan dan syair yang memilukan yang sering direndahkan dan ditertawakan oleh teman saya di atas panggung.

Sejak saat itu saya mendapat banyak teman baru. Salah satu teman saya lebih memikirkan saya, jadi dia menyambut saya untuk membuat artikel bersama yang tidak pasti akhirnya menghasilkan komposisi dengan seorang rekan!

Ini mungkin tampak sederhana, namun ternyata tidak. Banyak yang terhubung dan saya harus lulus dulu. Bagaimanapun ada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar menggambarkan apa yang telah terjalin. Masalah kecemasan dan ketegangan yang pada awalnya menyebabkan saya merasa dicerca dapatkah sebenarnya dikatakan sesuatu yang sangat Aku syukuri dan bermanfaat bagi beberapa individu.

Masih ragu-ragu, terus menerus khawatir, untuk apa? Ini bahkan menjadi pembenaran untuk membenci diri sendiri, merasa tidak enak, dan lesu untuk hidup, lesu untuk berusaha, lesu untuk berperang. Jika orang-orang menyadari hanya cekikikan atau kasihan. Itu menjadi lebih kacau, ketika keluarga ketakutan. Melihat diri sendiri hanyalah sumber beban.

Tampaknya individu tidak membutuhkan saya untuk memiliki masalah, mereka hanya perlu ceria. Sama saya juga ingin senang. Tapi jika mereka tidak memahami, mereka juga punya kasus sendiri, tapi sepertinya tidak.

Meski mereka menyedihkan, namun jika saya merasa sengsara ternyata lebih menyiksa jika saya pasrah. Idealnya! Anda ragu-ragu untuk memiliki kepercayaan diri yang besar! Kita harus membuang kegugupan karena itu menimbulkan ketegangan untuk apa? Tidak ada ruginya rasa gugup jika dibuangnya.

0 Response to "Singkirkan Ketidaknyamanan"

Post a Comment

Postingan Populer

WARKAT

Kita harus fokus dan fokus pada saat sedang dilanda rintangan, alangkah baiknya jika api di dalam hati dipadamkan, itu hanya mempersulit hasil dari perbuatan jahat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel