Saya sering merasa gagal


Saya sering merasa gagal

Sejujurnya di sana sini itu benar-benar terjadi hari ini. Saya sebenarnya lebih suka merasa tidak cukup, merasa malu tentang diri saya sendiri, yang tidak memiliki pilihan untuk memenuhi asumsi saya sendiri. Seperti yang saya sebutkan di atas sebentar masa lalu saya penuh dengan siksaan.

Saya sangat marah terhadap banyak orang segai proyeksi kemarahan saya, terhadap diri saya sendiri. Itulah alasan saya mencela semua jenis penyiksaan. Siksaan yang menimpa saya, bermula ketika saya masih di sekolah dasar, salah satunya adalah saat salah satu legenda sekolah terus menerus mengejek dan mencemooh saya.

Saat itu aku tidak mencoba bertempur huh! Jadi bisa menangis dan mengintip diri aku sendiri. Sejak saat itu pelecehan telah terjadi dan saya menjadi canggung di sekitar teman pria. Memasuki sekolah pusat ketika saya tidak memiliki teman yang tak terhitung jumlahnya saya duduk di kursi yang sama dengan teman wanita muda yang lagi-lagi menjadi korban pelecehan.

Saya menjalani hari-hari saya menelepon acong bencong youngster, Hadeuhh! Menjadi teman dengan seorang pria Anda sedang tersiksa, menjadi teman dengan seorang wanita muda Anda masih dilecehkan. Bagaimana saya tidak bisa dibingungkan.

Dalam keadaan saya saat ini, sekitar! maka tidak suka, sekarang orang yang menyusun adalah hal yang cukup aneh keadaan saya saat ini mungkin berubah menjadi seperti itu. Satu hal yang bisa saya jalani dengan kebahagiaan adalah hal yang bodoh Hah! Selain melecehkan yang membuat saya merasa gagal adalah kebiasaan mendiskusikan dan menyalahgunakan teman atau pertemuan tertentu.

Terlepas dari kenyataan, bahwa mendiskusikan individu atau rekan individu adalah sesuatu yang khas, itu masih menakutkan. Kami takut campur aduk ini biasa! Seringkali saya stres dan berpikir"Apakah mereka juga melakukan hal itu pada saya? Apakah Anda memiliki rasa takut yang serupa?"

Itu membuat saya stres, jadi ketika segala sesuatu yang saya pedulikan atau ada hubungannya dengan saya dibahas dan diejek, saya langsung merasa seolah-olah saya telah dihina.

Misalnya, salah satu teman saya pernah merasa malu dengan keluarganya sendiri. Pasalnya rekan-rekannya telah cekikikan mempermalukan dan menyinggung bidang suatu pekerjaan yang nyata juga dilakukan oleh orang tuanya. Selanjutnya di rumah dia ternyata sering marah-marah kepada ayahnya dan menghalangi ayahnya untuk hadir ke kelas.

Dia akhirnya tidak pernah hidup berdampingan dengan ayahnya, bahkan sebagai dewasa. Kebetulan ketika sesuatu yang secara tegas diidentifikasi dengan kehidupan kita dipermalukan atau ditertawakan itu bisa berubah menjadi jenis penyiksaan juga.

Dari penyiksaan dan hal yang terjadi pada saya dari para penyintas pelecehan yang saya tahu, saya menemukan bahwa ada banyak orang yang juga perlu meredam penderitaan mereka, sebagai akibat dari aib.

Read also:

Itu mengingatkan seseorang yang terluka dari trik yang kita buat, beberapa kelompok perlu bertahan melalui siksaan atau aib persis bagaimana saya merasakan hal yang sama juga.

Banyaknya, artikulasi dari orang lain mempersulit kita untuk memiliki pilihan, untuk menghargai diri ku sendiri, karena itu berubah menjadi topan penghinaan yang semakin besar secara konsisten untuk gagal mengingat apa yang sebenarnya membuat kita meremehkan sesuatu sedemikian rupa.

Ketakutan dan siksaan di masa yang lalu, yang tetap ada dan berkumpul menjadi bermacam-macam tekanan yang sulit dilepaskan dari diri sendiri.

Bagaimanapun, sesuatu tertentu terlepas dari kenyataan bahwa kita tidak memiliki tujuan untuk menyakiti seseorang kecuali secara kebetulan seseorang dirugikan oleh kata-kata kita, mengatakan 'maaf' bukanlah aib oleh imajinasi apa pun.

Kita dapat menyelamatkan seseorang dari luka yang terjadi diluar diri kita yang benar-benar tidak memihak dan liar, bagaimanapun kita dapat menangani diri kita sendiri untuk membatasi melakukan hal-hal yang dapat merugikan pertemuan yang berbeda.

0 Response to "Saya sering merasa gagal"

Post a Comment

Postingan Populer

WARKAT

Kita harus fokus dan fokus pada saat sedang dilanda rintangan, alangkah baiknya jika api di dalam hati dipadamkan, itu hanya mempersulit hasil dari perbuatan jahat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel