Hadapi Serbuan Rasa Panik

https://www.sukaratu.com/2021/03/hadapi-serbuan-rasa-panik.html

Hadapi Serbuan Rasa Panik

Semacam yang tadi telah kukatakan dekat tahun 2011 saya hadapi serbuan rasa panik pertamaku. Dikala itu saya bergadang hingga jam empat pagi. Tubuhku telah terasa betul-betul tidak karuan dikala saya memutuskan buat tidur.

Pas saat sebelum memegang kasur tiba-tiba pikiranku tidak terkendali sebab napasku seketika pendek, seolah-olah suatu yang sangat kurang baik hendak tiba dikala itu pula. Kejadiannya sangat kilat, seluruh rasa khawatir tentang apapun mendadak menggunung membengkak serta nyaris meledak.

Saya panik entah sebab apa?

Rasanya semacam terdapat yang hendak menunggangi diri ku, entah makhluk gaib, apakah kematian. Ketakutannya bukan cuma lagi separuh mati, sebab rasanya memanglah semacam mengarah mati, saya bergegas turun kelantai dasar serta memanggil-manggil ibuku semacam lagi dikejar malaikat kematian.

Saya merengek semacam anak kecil mau dipeluk serta di tenangkan. Ibu ku bertanya apa yang terjalin serta saya tidak ketahui wajib menanggapi apa " Saya tidak ketahui peluk saja saya " kataku sembari gemetaran " serta elus-elus punggungku "Bunda menjajaki permintaanku.

Rasanya lumayan menenangkan walaupun tidak melenyapkan totalitas rasa khawatir. Tetapi bukan ibuku namanya bila dia gatal buat membagikan nasihat " Makanya jaga ibadah mu dan dekatkan diri pada Tuhan supaya merasa tenang".

Bukannya terus menjadi tenang, mau sekali saya mengatakan ditelinganya " malah saya betul-betul merasa sangat dekat terhadap Tuhan dikala ini Bu! Tetapi pastinya itu tidak terjalin Ibuku mendudukanku di sofa memintaku buat tenang den berdoa sebab dia hendak mengambil air mudhu buat sholat subuh.

Baru saja ibu ku berangkat sebagian langkah, rasa khawatir yang tidak jelas itu kembali jadi. Saya kembali kehabisan kontrol hendak tubuhku, saya kembali pula di tungganggi oleh suatu yang hitam sekali. Saya berteriak memanggil ibu ku dia tenang saja serta masuk kekamar mandi.

Saya berdiri, sebab tidak bisa menahan rasa panik dengan jalan-jalan di ruang tamu semacam orang yang linglung serta khawatir bertepatan. Saya memeras kepalaku sendiri " Berdoalah, berdoalah " Saya menarik nafas, lama-lama berupaya menenangkan diri yang menggigil.

Napasku semenjak serbuan panik tiba sangatlah pendek serta rasa sesak. Saya berdoa namun kepanikan itu tidak ingin lenyap pula. Sehabis, entah sebagian lama ketakutan saya tertidur di sofa didepan Ibu ku yang lagi membacakan ayat Al-Quran. Ya Tuhan, terima kasih sudah membuatku tertidur! Lanjutkan Membaca Lanjutan Hadapi Serbuan Rasa Panik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel