Memerangi Nafsu Dengan Lapar

Memerangi Nafsu Dengan Lapar
Rasulullah saw. bersabda :

     "Terangilah hatimu dengan lapar, perangilah nafsumu dengan lapar dan haus, dan ketuklah pintu surga dengan lapar juga. Dan pahalanya orang yang lapar seperti pahalanya orang yang berjihad di jalan Allah. Sesungguhnya tidak ada amal yang di cintai Allah kecuali lapar dan haus. Sedangkan orang-orang yang memenuhi perutnya tidak akan mampu memasuki kerajaan langit dan tidak pula merasakan ibadah".

Yahya bin Mu'adz Ar Razi pernah mengatakan : "Pergilah nafsumu dengan ketaatan (kepada Allah) yaitu meninggalkan banyak tidur, sedikit bicara, sedikit makan dan bersabar dari gangguan manusia. Sebab sedikit tidur dapat memperbaiki hati, sedikit bicara dapat selamat, dan sabar dari bencana bisa membuat derajat makin tinggi. dan sedikit makan juga dapat mengurangi kesenangan nafsu. Sedangkan banyak makan dapat menimbulkan kerasnya hati dan matinya cahaya hikmah, dan terlalu kenyang hanya akan membuat semakin jauh dari Allah".

Al-Hasan ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : "Yang terbaik di antara kamu kedudukannya di sisi Allah. adalah yang baling lama laparnya dan paling lama berfikirnya, sedangkan yang paling di benci oleh Allah swt. di antara kamu adalah setiap orang yang terlalu banyak tidur, terlalu banyak makan dan terlalu banyak minum".

Abu Bakar ra. berkata : Sesudah aku memeluk agama Islam, aku tidak pernah kenyang. Semua itu agar aku dapat merasakan manisnya beribadah kepada Allah swt. selain itu, aku juga tidak pernah minum-minuman yang segar-segar hingga aku bertemu dengan-Nya".

Baca Juga :
"Banyak makan akan berakibat malas dalam beribadah, karena badan terasa berat dan mata selalu ingin tidur, tidak akan sungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu kecuali hanya tidur. Dan orang seperti ini jelas laksana bangkai yang tidur terbuang dengan sia-sia".

Imam Al-Ghazali mengatakan : "Sesungguhnya di hari kiamat, orang yang dekat dengan Allah ialah orang yang sering lapar dan haus. Dan suatu perkara besar yang dapat merusak anak Adam as. ialah persoalan perut. Karena lantaran perut itu pula Adam dan Hawa terusir dari surga. Ketika Allah melarang mereka untuk jangan memakan buah kholdi, mereka tidak kuasa menahannya, akhirnya mereka memakan buah itu. Di sinilah nampak jelas bahwa perut itu bisa menimbulkan keinginan nafsu".

     Rasulullah saw. bersabda : "Pakailah baju, minum dan makanlah di tengah perut, karena ia adalah bagian dari kenabian".

Lukman Hakim pernah berwasiat kepada anaknya, "Jangan banyak-banyak tidur dan makan, sebab kelak dihadapan hari akhirat bisa miskin dari amalan baik.

     Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya Allah swt. membanggakan kepada para malaikat siapa yang sedikit makannya di dunia, Allah berfirman : "Lihatlah hamba-Ku, Aku mengujinya dengan makanan dan minuman di dunia, lalu ia meninggalkannya karena Aku. Saksikanlah wahai para malaikat-Ku, tidaklah ia meninggalkan suatu makanan, melainkan Aku menggantinya dengan beberapa derajat di surga".

     Allah berfirman : "Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan [Q.S. Al-A'raf : 31]

     Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad dan Turmudzi dari Midan bin Ma'Dikarib ra. : "Tidaklah seorang mengisi wadah yang lebih buruk dari pada perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suapan saja untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak mungkin demikian, maka hendaklah sepertiga dari perutnya di isi dengan makanan, sepertiga lagi dengan minuman dan sepertiga lagi untuk pernafasan".

Baca Juga :
Sedikit makan dapat melembutkan kalbu dan menuntun nafsu, mendorong anggota tubuh untuk tidak berbuat maksiyat, dan menjadikan diri mampu mengatasi berat dalam menjalankan ibadah. "Persempitlah jalan syaithan dengan puasa".

Mempersempit jalan syaithan dengan puasa artinya, dengan lapar.

     Alkisah menceritakan bahwa dahulu sekelompok pemuda Bani Israil berpuasa berkhalwat (menyendiri). Setiap datang waktu untuk berbuka, salah seorang dari mereka berdiri dan mengatakan, "Jangan kalian banyak makan, karena dengan banyak makan akibatnya banyak minum, jika demikian, maka badan lemah dan menyukai tidur".

/Kakek Bantal/Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa/Salman Al Farisi Pencari Kebenaran/Halaman/Rahasia Takdir/Keutamaan Akhlak/Memerangi Nafsu Dengan Lapar/Cara Mengenali Nafsu/Cara mempermudah bangun malam/Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama/Berpikir Dan Bersyukur/Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia/Jangan Menyesali Masa Lalu/Asal-Usul Syekh Siti Jenar/Keutamaan Menuntut Ilmu/Meningkatkan Kualitas Diri/Ciri-ciri orang yang sengsara/orang yang bahagia | happy person/Tentukan tujuan hidup/Jangan Risau dan Jangan Bersedih/Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik/Hari Ini Milik Kita/Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri/Pintu-pintu setan/Sabar dalam menghadapi cobaan/Motor bodol untuk jarak jauh/Ingin Kaya Seriuslah Bekerja/Renungan Suci #1/Renungan Suci #2/Renungan suci #3/Biarkan Hari Esok Datang/Tersenyumlah dan jangan bersedih/3 kondisi kebahagiaan seorang hamba/Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol/

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh