Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa

Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa ada lima periode

Wali Songo adalah Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa. Nama satu dewan dakwah atau dewan mubaligh. Apa bila salah seorang dari dewan tersebut pergi atau meninggal dunia, maka akan segera di ganti oleh wali lainnya. Seperti tersebut dalam kitab Kanzul Ulul Ibnul Bathuthah yang penulisnya di lanjutkan oleh Syekh Maulana Al Maghrobi, wali songo melakukan sidang tiga kali, yaitu:

  1. Tahun 1404 M adalah sembilan wali
  2. Tahun 1436 M masuk tiga wali menggantikan yang wafat
  3. Tahun 1463 M masuk empat wali menggantikan yang wafat dan pergi.
Menurut KH. Dakhlan Abd. Qohar, pada tahun 1466 M wali songo melakukan sidang lagi membahas berbagai hal. Di antaranya adalah membahas Syekh Siti Jenar, meninggalnya dua orang wali yaitu Maulana Muhammad Al Maghrobi dan Maulana Ahmad Jumadil Kubro serta masuknya dua orang wali menjadi anggota wali songo.

https://www.percetakansukawera.com/2020/06/kisah-wali-songo.html
kisah-wali-songo | penyebar agama islam di tanah jawa.html

WALI SONGO PERIODE PERTAMA

Pada waktu Sultan Muhammad memerintah kerajaan Turki, beliau menanyakan perkembangan agama Islam kepada para pedagang dari Gujarat (India). Dari mereka Sultan mendapat kabar berita bahwa di pulau Jawa ada dua kerajaan Hindu yaitu Majapahit dan Pajajaran. Di antara rakyatnya ada yang beragama Islam, tetapi hanya terbatas pada keluarga pedagang Gujarat yang menikah dengan para penduduk pribumi yaitu kota-kota pelabuhan.

Sang Sultan kemudian mengirim surat kepada para pembesar Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah. Isinya meminta para ulama yang mempunyai karomah untuk dikirim ke pulau jawa. Maka terkumpulah sembilan ulama berilmu tinggi serta mempunyai karomah.

Pada Tahun 808 Hijriah atau 1404 Masehi, para ulama itu berangkat ke pulau jawa. Mereka adalah:
  1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki ahli mengatur negara. Berdakwah di jawa bagian timur. Wafat di Gresik pada tahun 1419 M. Makamnya terletak satu kilometer dari sebelah utara pabrik Gresik.
  2. Maulana Ishak, berasal dari Samarqand (dekat Buhara-Rusia Selatan). Beliau ahli pengobatan. Setelah tugasnya di jawa selesai, Maulana Ishak pndah ke pasai dan wafat di sana.
  3. Maulana Ahmad Jumadil Kubra, berasal dari Mesir. Beliau dakwah keliling. Makamnya di Troloyo Trowulan Mojokerto, Jawa Timur.
  4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maghrib (Maroko), beliau berdakwah keliling. Wafat pada tahun 1465 M. Makamnya di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.
  5. Maulana Malik Isroil, berasal dari Turki, ahli mengatur negara. Wafat pada tahun 1435 M. Makamnya di Gunung Santri.
  6. Maulana Muhammad Ali Akbar, berasal dari Persia. Ahli pengobatan. Wafat pada tahun 1435 M. Makamnya di Gunung Santri.
  7. Maulana Hasanuddin, berasal dari Palestina. Tugasnya berdakwah keliling. Wapat pada tahun 1462 M. Makamnya di samping masjid Banten Lama.
  8. Maulana Alayuddin, berasal dari Palestina. Tugasnya berdakwah keliling. Wafat pada tahun 1462 M. Makamnya di samping masjid Banten Lama.
  9. Syekh Subakir, berasal dari Persia. Ahli menumbali tanah yang angker yang dihuni jin-jin jahat tukang menyesatkan manusia. Dengan adanya tumbal itu jin-jin akan menyingkir dan tanah yang ditumbali di jadikan pesantren. Setelah banyak tempat yang ditumbali, maka Syekh Subakir kembali ke Persia pada tahun 1462 M dan wafat di sana. Salah seorang pengikut atau sahabat Syekh Subakir meninggal dunia ketika beristirahat di daerah Blitar. Hingga sekarang makam pengikut Syekh Subakir tersebut ada di sebelah utara pemandian Blitar, Jawa Timur. Di sana ada peninggalan Syekh Subakir berupa sejadah yang terbuat dari batu kuno.

WALI SONGO PERIODE KEDUA

Pada periode kedua ini masuklah tiga orang wali menggantikan tiga wali yang wafat. Ketiganya adalah:

  1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah, datang ke Jawa pada tahun 1421 M, menggantikan Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1421 M. Raden Ahmad berasal dari Cempa, Muangthai Selatan.
  2. Sayyid Ja'far Shodiq, berasal dari Palestina. Datang di Jawa pada tahun 1436 M, menggantikan Malik Isroil yang wapat pada tahun 1435 M. Beliau tinggal di Kudus, sehingga terkenal dengan Sunan Kudus.
  3. Syarif Hidayatullah, berasal dari Palestina, datang ke tanah Jawa pada tahun 1436 M, menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat pada tahun 1435 M. Sehingga Wali Songo yang kedua ini di adakan di Ampel, Surabaya.
Para Wali Kemudian membagi tugas. Sunan Ampel, Maulana Ishak dan Maulana Jumadil Kubro bertugas di Jawa Timur. Sunan Kudus, Syekh Subakir dan Maulana Al Maghrobi bertugas di Jawa Tengah. Syarif Hidayatullah, Maulana Hasaniddin dan Maulana Aliyuddin bertugas di Jawa Barat. Dengan adanya pembagian tugas ini, maka masing-masing wali telah mempunyai wilayah dakwah sendiri-sendiri, dan mereka bertugas dengan keahlian masing-,masing.

WALI SONGO PERIODE KEEMPAT

Pada tahun 1466 M di angkat dua wali menggantikan dua wali yang telah wafat yaitu Maulana Ahmad Jumadil Kubro dan Maulana Muhammad Maghrobi. Dua wali yang menggantikannya ialah:

  1. Raden Hasan atau Raden Fatah, beliau adalah murid Sunan Ampel. Beliau adalah putra raja Brawijaya, Majapahit. Belia di angkat sebagai adipati Bintoro pada tahun 1462 M. Kemudian membangun masjid Demak pada tahun 1465 M.
  2. Fathullah Khan, putra Sunan Kunung Jati, beliau di pilih sebagai anggota Wali Songo menggantikan ayahnya telah berusia lanjut.

WALI SONGO PERIODE KELIMA

Dapat disimpulkan bahwa dalam periode ini masuk Sunan Muria atau Raden Umar Said, putra Sunan Kali Jaga menggantikan wali yang wafat. Konon Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang itu adalah salah seorang anggota Wali Songo. Selanjutnya kedudukan Syekh Siti Jenar di ganti oleh Sunan Bayat, mantan Adipati Semarang (Ki Pandhanarang) yang telah bertobat dan menjadi murid Sunan Kali Jaga.

Meski sebenarnya ada lebih dari sembilan wali yang berjasa menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa, namun yang di kenal dan dimaklumi oleh masyarakat secara umum adalah:

  1. Syekh Maulana Malik Ibrahim
  2. Sunan Ampel
  3. Sunan Bonang
  4. Sunan Giri
  5. Sunan Drajat
  6. Sunan Muria
  7. Sunan Kudus
  8. Sunan Kali Jaga
  9. Sunan Gunung Jati
Sembilan Wali inilah yang secara umum diketahui masyarakat sebagai Wali Songo. Para ziarah Wali Songo minimal biasanya mendatangi sembilan wali tersebut. Adapun jika ziarah itu ingin lengkap, maka pemimpin ziarah yang mengerti sejarah Wali Songo, mereka akan menzarahi pula Wali Songo periode pertama hingga periode keempat, termasuk guru-guru atau orang tua dari para wali periode kelima. Misalnya, seseorang dari Surabaya yang telah berziarah ke makam Sunan Drajat, ia pasti akan menyempatkan diri berzarah ke makam Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi di Gresikharjo, beliau adalah kakek Sunan Drajat dan ayah Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Halaman:

  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih
Dengan keterbatasan kemampuan saya, hanya itu informasi yang saya peroleh. Jika ada yang bersedia melengkapinya tentang Kisah Wali Songo persilahkan untuk melengkapinya. Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh