Keutamaan Akhlak

Keutamaan Akhlak
Rasulullah saw. bersabda
     "Sesungguhnya aku di utus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia"

keutamaan akhlak
a. Keutamaan akhlak
Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah apakah yang di sebut dengan agama itu ?" Beliau menjawab : "Akhlak yang mulia".

Laki-laki tersebut bertanya lagi : "Wahai Rasulullah, apa yang di sebut dengan kecelakaan ?" Beliau menjawab : "Akhlak yang buruk".

Rasulullah saw. bersabda
     "Kamu tidak akan sanggup menguasai manusia dengan harta kekayaan, maka kuasailah mereka dengan kecerahan wajah dan akhlak yang baik"

Rasulullah saw. bersabda
     "Sesungguhnya akhlak yang baik itu melelehkan (menghilangkan) dosa sebagai mana matahari melelehkan salju".

Abu Darda berkata bahwa Rasulullah bersabda
     "Pertama kali yang di letakkan dalam timbangan amal ialah budi pekerti yang baik dan kemurahan hati"

Baca Juga :
Abdurrahman bin Sumarah berkata "Kami berada dekat dengan Rasulullah saw. lalu Belia bersabda: "Tadi malam kulihat laki-laki dari umatku berlutut dan diantara dai dengan Allah terdapat tabir. Kemudia datang yang baik memasukkannya menghadap Allah".

Seseorang bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling utama ?"
Beliau menjawab: "Yang paling baik budi pekertinya".

Rasulullah saw. bersabda
     "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian, ialah kelak di hari kiamat tempatnya sangat dekat di antara aku dan kamu. Dia adalah orang-orang yang baik budi pekertinya".

Baca Juga :
    Imam Muslim meriwayatkan dari Anas, bahwa ia berkata : "Aku menjadi pelayan Rasulullah saw. selama sepuluh tahun. Demi Allah, satu kalimat pun Beliau tidak pernah membentak ku, dan tidak pula bertanya karena sesuatu hal, "Mengapa engkau berbuat begitu ? Apakah engkau sudah mengerjakannya ?"

     Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda :

"Ketika aku mulai shalat, aku berniat memanjangkannya, tetapi ketika aku mendengar suara tangisan bayi, aku mempercepat shalat ku, karena aku tau kerisauan hati sang ibu karena tangis bayinya".

     Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa'id ra. dia berkata Rasulullah saw. adalah orang yang lebih mudah merasa malu dari pada para gadis di tempat pemingitannya".

     Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Inu Abbas ra. dia berkata, Rasulullah saw. adalah orang yang paling murah hati. Beliau paling murah hati pada bulan Ramadhan, yaitu ketika Jibril bertemu dengan beliau. Sementara pada bulan ini Jibril selalu menemui belia untuk mengajarkan Al-Qur'an. Beliau lebih murah hati dengan kebaikan dari pada angin yang berhembus".

     Kharijah bin Zaid berkata, Rasulullah saw. adalah orang yang paling mulia di dalam majelisnya. Hampir tak ada yang keluar dari pinggir bibirnya. Beliau lebih baik banyak diam, berpaling dari orang yang berbicara dengan cara yang tidfak baik. Tawanya berupa senyuman, perkataannya rinci, tidak terlalu banyak dan tidak pula terlalu sedikit. Para sahabat tertawa jika beliau tersenyum, karena mereka hormat dan mengikuti beliau".

     Anas ra. berkata, "Suatu malam penduduk Madinah dikejutkan dengan suara. Lalu orang-orang segera menuju ke sumber suara tersebut. Mereka bertemu Rasulullah saw. yang telah kembali dari sumber suara itu. Beliau lebih dahulu datang kesana dari pada mereka. Saat itu beliau menunggang kuda milik Abu Thalhah dan di leher beliau ada pedang, kemudian Beliau bersabda: "Kalian tidak usah gentar, kalian tidak usah gentar".

     Demikianlah keberanian beliau yang sulit di ukur, berapa banyak para pemberani dan patriot yang justru lari dari beliau. Beliau adalah orang yang tegar, yang tidak dapat di usik, terus maju, tidak mundur dan gentar.

     Ali ra. berkata: "Jika kami sedang di kepung kekuatan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah saw. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau".

     Rasulullah saw. adalah orang yang paling adil, paling mampu menahan diri, paling benar amanatnya dan paling jujur perkataannya. Orang yang mendebat beliau bahkan para musuh beliau pun mengakui hal ini. Sebelum beliau menjadi Rasul, beliu mendapat julukan "Al-Amin", yaitu orang yang terpercaya.

     Imam Turmudzi meriwayatkan dari Ali ra. Bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada beliau: "Kami tidak mendustakan dirimu, tetapi kami mendustakan terhadap apa yang engkau bawa". Karena peristiwa inilah Allah swt. berfirman:

"Mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu (Muhammad), tetapi orang-orang yang zhalim itu mendustakan ayat-ayat Allah". [QS. Al-An'am 33]

     Rasulullah saw. adalah orang yang paling tawadhu' tidak pernah menyombongkan diri. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambutnya seperti yang di lakukan orang jika menghadap raja. Beliau biasa menjenguk orang yang sakit, sekalipun kepada orang yang sangat membencinya. Beliau juga sering duduk-duduk bersama orang miskin, memenuhi undangan hamba sahaya, duduk-duduk di tengah para sahabat, semua seperti keadaan mereka.

     Aisyah berkata, "Beliau biasa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri, seperti yang dilakukan salah seorang di antara kamu di dalam rumahnya. Beliau sama dengan orang lain mencuci pakaiannya, memerah susu dombanya dan membereskan urusannya sendiri".

/Kakek Bantal/Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa/Salman Al Farisi Pencari Kebenaran/Halaman/Rahasia Takdir/Keutamaan Akhlak/Memerangi Nafsu Dengan Lapar/Cara Mengenali Nafsu/Cara mempermudah bangun malam/Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama/Berpikir Dan Bersyukur/Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia/Jangan Menyesali Masa Lalu/Asal-Usul Syekh Siti Jenar/Keutamaan Menuntut Ilmu/Meningkatkan Kualitas Diri/Ciri-ciri orang yang sengsara/orang yang bahagia | happy person/Tentukan tujuan hidup/Jangan Risau dan Jangan Bersedih/Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik/Hari Ini Milik Kita/Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri/Pintu-pintu setan/Sabar dalam menghadapi cobaan/Motor bodol untuk jarak jauh/Ingin Kaya Seriuslah Bekerja/Renungan Suci #1/Renungan Suci #2/Renungan suci #3/Biarkan Hari Esok Datang/Tersenyumlah dan jangan bersedih/3 kondisi kebahagiaan seorang hamba/Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol/
Semoga bermanfaat bagi yang membutahkan.
By. Tuban Abu Mualak

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh