Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Motor Bodol adalah bahasa dari kampung saya yang arti nya motor yang sudah butut atau motor yang sudah tidak layak pakai untuk jarak jauh.

Motor Bodol syukuri dan nikmati. Apa yang Tuhan berikan pada kita . . . . . Kebahagiaan adalah hal yang saya inginkan ???

Inilah Motor Bodol yang saya miliki . . . . .

https://www.percetakansukawera.com/2020/06/hiduplah-sebagaimana-adanya-motor-bodol.html
Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol.html

Kemana pun aku pergi hanya motor bodol ini yang saya pakai. Di karenakan saya hanya memiliki satu motor saja, hanyalah motor bodol, syukuri saja.

Motor bodol ini sangatlah berarti bagi ku walau pun bodol. Dari mencari nafkah untuk diriku sendiri dan keluarga, hanya motor inilah yang saya kendarai. Dari kegiatan saya yaitu berdagang keliling sampai mengantar-jemput anak sekolah. Alhamdullah anak ku tidak pernah malu walau pun antar-jemput nya dengan motor bodol. Apa pun saya, itulah saya yang tak luput dari keterbatasan, yang patut saya syukuri segala nikmat pemberian Tuhan.

Hiduplah Sebagaimana Adanya

Kehidupan memang di ciptakan dengan berbagai kekeruhan. Sementara diri kita masih menginginkan sebuah kejernihan dari berbagai kotoran dan keburukan. Inilah keadaan dunia yang sebenarnya. Ia dikelilingi berbagai kenikmatan, banyak tanggungjawab, dan sangat menyedihkan. Berbagai aneka ragam warna, di campuri dengan berbagai kotoran, dan diliputi berbagai kelelahan, sementara diri kita selalu berada dalam kesedihan.

Jika kita menjumpai istri, anak, sahabat, dan menemui pekerjaan, rumah sebagai tempat tinggal, kantor sebagai tempat bekerja, maka di antara sekian banyak itu pasti ada yang membuat kekeruhan jiwa kita. Bahkan ada yang bersikap buruk terhadap diri kita. Kita harus pandai memadamkan panas keburukan nya dengan kesejukan kebaikan agar diri kita bisa selamat dari gangguan nya.

Allah menciptakan kehidupan dunia ini terdiri dari dua hal yang berlawanan, dan dua macam yang saling bertolak belakang. Misalnya adanya kebaikan dan keburukan, adanya kejahatan dan kemuliaan, adanya keindahan dan kerusakan, adanya kesedihan dan kebahagiaan. Kemudia setiap adanya bentuk kebaikan, kebahagiaan dan keindahan akan terus meningkat dan mendapat posisi di dalam surga. Sementara setiap bentuk kejahatan, kesedihan dan kerusakan berkumpul dan mendapatkan kedudukan di neraka.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda:

"Dunia itu di laknat beserta isinya, kecuali orang yang berdzikir(ingat) kepada Allah, orang yang memberikan bantuan kepadanya, orang yang alim dan orang yang belajar ilmu pengetahuan".

Hiduplah dengan belajar dari kenyataan-kenyataan yang sebenarnya. Jangan biarkan pikiran kita melayang dalam dunia khayalan. Dan jangan pula kita hidup dalam dunia imajinasi. Usahakanlah menggapai dunia idealisme yang tinggi, lalu terimalah kehidupan ini sebagaimana adanya.

Hendaknya kita mampu menyesuaikan diri guna menjalani dan mematangkan kehidupan. Seorang sahabat sejati pun tidak akan dapat sempurna menurut kehendak kita. Seorang istri yang setia tidak akan pernah dapat sempurna menjadi orang yang kita harapkan. Karena itu, kita harus belajar menyesuaikan dengan kehidupan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. dinyatakan

"Janganlah seorang suami terlalu membenci istri jika dia tidak menyukai salah satu dari sikapnya, sebab dia pasti akan menyukai sikap-sikap lainnya".

Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita saling menutupi, mendekatkan diri, memaafkan, saling mengampuni kesalahan, saling mengingatkan dan mengambil sesuatu yang termudah. Kemudian di iringi dengan meninggalkan perkara yang susah. Terkadang kita harus menutup mata dari kesalahannya dan kadang pula kita harus melupakan masalah-masalah yang di alami secara nyata dalam kehidupan.

Barang siapa yang tidak dapat bersikap manis dalam masalah yang dihadapinya, maka ia akan tertusuk taring dan akan di injak kaki anjing.

Jangan Masukan Dunia Di Kepadamu

Sebagian orang di kepalanya (di alam pikirannya) sepertinya terasa ada perang dunia, padahal keadaannya tampak duduk tenang, atau santai di tempat tidur. Jika perang di kepalanya sudah berkurang, mereka terserang sakit lambung, tekanan darah tinggi dan kolesterol. Mereka mudah marah dan stres karena mendengar berita bahwa harga barang pokok terus meroket, dan kebijakan pemerintah amburadul.

Orang-orang seperti ini melakukan tindakan bodoh. Kepalanya yang seukuran itu di masuki berbagai masalah yang sebenarnya tidak berarti. Akhirnya terbiasa menjadi orang yang merasa bahwa dunia meneriakinya. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah:

"Mereka mengira bahwa setiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka". (QS.al-Munafiqun 4)

Ada sebuah nasehat:

Janganlah engkau masukan bola dunia di kepalamu. Jangan kau bawa bola dunia di atas kepalamu. Sekarang mulailah untuk mengesampingkan peristiwa-peristiwa di muka bumi dan jangan letakkan di rongga dadamu.

Janganlah menjadikan hatimu sebagai bunga karang di dasar lautan. Ia menyerap setiap isu dan kotoran, sehingga dirimu gelisah disebabkan sesuatu yang tak berarti. Jiwamu terguncang karena soal yang remeh, dan cemas terhadap sesuatu. Kenyataan-kenyataan hidup seperti ini telah cukup buat merusak jiwa dan kesehatanmu.

Orang ma'rifat dan berjiwa besar adalah mereka yang mengesampingkan persoalan sepele. Memandang permasalahan dengan santai dan tenang. Memecahkannya dengan cara yang bijak dan tepat. Tak ada lagi beban di kepalanya. Tak ada pula beban di dalam hatinya.

Hal demikian itu bisa pula kita terapkan jika diri kita mau mendengarkan nasihat kebenaran dan mempertebal keimanan kita. Jika diri kita telah memiliki iman, yaitu terhadap takdir dan tau permainan hidup di dunia ini dengan sebesar-besarnya, maka tiada lagi rasa takut dan cemas.

Namun jika kita tidak memiliki keyakinan takdir Tuhan, pasti jiwa kita menjadi rapuh. Diri kita mudah takut, cemas dan khawatir terhadap sesuatu yang akan terjadi. Padahal sesuatu yang akan' adalah hal yang belum tentu datang menghampiri diri kita.

Perhatikan mereka yang tidak beriman dan tidak memiliki keteguhan hidup. Jiwa mereka mudah sekali terguncang. Semangatnya menjadi lemah. Hatinya semakin takut oleh guncangan-guncangan hidup. Pikirannya semakin stres jika menghadapi kenyataan. Akibatnya, mereka berusaha menghindar dari kenyataan tetapi tidak mampu.

Ketahuilah orang yang kemudian menjadi gila atau akalnya buntu lalu membakar diri bersama anaknya, hal itu disebabkan karena ketakutan yang diciptakannya sendiri di kepalanya.

Orang yang berani dan memiliki akal yang luas, kuat nadinya, teguh keyakinannya terhadap takdir, dingin urat syarafnya, lapang dadanya, tentu tidak akan sampai berputus asa. Apalagi bunuh diri.

Orang yang risau terhadap kenyataan hidup, Secara tidak langsung telah menyembelih dirinya sendiri dengan kecemasan, dengan berita sensasi yang dilihatnya atau didengarnya, dann dengan prasangka atau mimpi buruknya sendiri.

Hiduplah dengan teguh dan stabil. Karenanya, diri kita harus berani menghadapi setiap permasalahan dengan tegar. Jangan sampai orang-orang yang lemah semangatnya mempengaruhi diri kita sehingga diri kita menjadi seorang penakut.

Jangan bersempit dada dengan apa yang mereka tipu dayakan. Jadilah orang yang lebih kuat terhadap semua peristiwa, jadikan diri kita lebih tangguh terhadap badai permasalahan dan lebih kuat terhadap bencana. Betapa kasihan orang yang berjiwa lemah. Ia sering sekali mengalami guncangan-guncangan hati akibat mendengar atau menyaksikan peristiwa hidup. Allah swt berfirman:

"Dan sesungguhnya kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling rakus terhadap kehidupan (dunia)".[QS. al-Baqarah 96]

Sedangkan orang-orang yang tegar senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah swt. dan senantiasa percaya terhadap janji-Nya:

"Lalu Allah menurunkan ketenangan". [QS-al-Fath 48]

Memungut Kebaikan Dari Suatu Keburukan

Sepertinya mustahil memungut kebaikan dari sesuatu yang buruk. Tetapi bagi orang yang arif dan pandai di dunia. Pengaruhnya terhadap umat manusia tidak pernah lapuk meskipun berabad-abad lamanya. Dia adalah orang yang mampu memungut kebaikan dari sebuah keburukan.

Alkisah

Rasulullah saw. pernah di usir dari Mekah, salah satu tanah tumpah darah dan tanah tempat tinggalnya. Lalu Rasulullah saw.  berhijrah dan bermukim di madinah. Disana Rasulullah mendirikan sebuah negara yang pada akhirnya mengagumkan sepanjang sejarah.

Betapa tokoh-tokoh di jaman dahulu menjadi besar karena mampu memungut sesuatu yang manis dari yang pahit, memanfaatkan sesuatu yang baik dari yang buruk.

Misalnya Ahmad bin Hambal. Beliau di penjara, disiksa, dicambuk dan diperlakukan sangat buruk. Namun kemudian Ahmad bin Hambal menjadi orang terkenal sebagai ahli hadis dan memiliki banyak pengikut. Alirannya di kenal sebagai paham Imam Hambali. Begitu pula Ibnu Taimiyah yang di tahan. Namun penahanan nya itu justru dapat menjadikan pengetahuannya menjadi luar biasa. Ibnu Taimiyah di kenal sebagai tokoh reformasi.

Banyak tokoh-tokoh ulama jaman dahulu yang keluar masuk penjara, di tahan dan di siksa serta di perlakukan dengan buruk oleh penguasa. Namun justru mereka semakin berkibar. Al-Sarkhasi di masukan kedalam penjara sumur kering. Namun Al-Sarkhasi justru mampu menulis dua puluh jilid kitab tentang ilmu fiqh. Begitu pula dengan Ibnu al-Athir seorang ulama yang menderita sakit lumpuh, justru dengan sakitnya itu Ibnu al-Athir mampu menulis kitab Jamik al-Ushul dan kitab al-Nihayah yang termasuk buku penting di kalangan kitab-kitab hadis.

Begitu pula dengan Ibnu al-Jauzi. beliau di asingkan dari Baghdad, namun di pengasingan Ibnu al-Jauzi mempelajari ilmu qiraat sehingga menjadi orang sangat ahli di bidang itu. Ada juga Malik bin al-Rayb menderita demam berdarah. Ketika sakit Malik al-Rayb menulis syair yang luar biasa indahnya, yang di tunjukan kepada alam semesta, yang mengalahkan seluruh pujangga dunia pada pemerintahan Abbasiyah. Semua anak cucu Abu Dzu'aib al-Hadzali meninggal dunia secara bersamaan, lalu Malik al-Rayb meratapinya dengan sajak-sajak penuh misteri, menyentuh dan menggugah perasaan, sehingga dapat mengagumkan waktu, membingungkan umat dan sejarah pun bertepuk tangan.

Itulah orang-orang yang cerdas dan arif. Ketika mendapat musibah, justru dapat memungut keuntungan dari musibah itu.

Baca juga: Motor bodol untuk jarak jauh

Jika kita sedang dilanda musibah, lihatlah sisi positifnya. Sesungguhnya, sesuatu yang buruk tidak semuanya buruk, tetapi ada sisi yang baik. Jika salah seorang di antara mereka menyajikan air jeruk, maka tambahkanlah satu sendok gula. Jika ada orang yang menghadiahkan seekor ular, jangan kita marah atau tersinggung. Namun ambillah kulitnya yang berharga dan buanglah dagingnya. Karena kulit ular akan bernilai laku untuk di jual dan bermanfaat bagi kita. Jika kalajengking menyengat kita, janganlah kita anggap sebagai kecelakaan, tetapi racun kalajengking yang masuk ke tubuh kita dapat menambah ketahanan tubuh dan membasmi racun ular.

Berinteraksilah dengan keadaan kita yang menyengsarakan, sehingga diri kita dapat mengeluarkan setangkai bunga mawar, bunga melati, dan bunga jasmin darinya. Barang kali kita membenci sesuatu, sementara Allah menjadikan kebaikan yang sangat luar biasa pada diri kita.

Sebelum terjadi reformasi Pancasila, mereka telah memenjarakan dua orang pujangga. Salah satu di antaranya mengagungkan sikap optimisme dan salah seorang darinya sangat memuja pesimisme. Lalu keduanya melemparkan pandangannya ke luar penjara. Adapun pujangga yang selalu optimis, ia melayangkan pandangannya ke arah bintang yang ada di langit lalu tertawa. Sementara pujangga yang pesimis, ia memandang ke tanah yang terletak di jalan yang berdampingan. Ia menangis dan meratap sedih. Dua orang yang sama-sama dalam penjara tetapi memiliki pandangan hidup yang berbeda.


Baca juga:

/Kakek Bantal/Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa/Salman Al Farisi Pencari Kebenaran/Halaman/Rahasia Takdir/Keutamaan Akhlak/Memerangi Nafsu Dengan Lapar/Cara Mengenali Nafsu/Cara mempermudah bangun malam/Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama/Berpikir Dan Bersyukur/Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia/Jangan Menyesali Masa Lalu/Asal-Usul Syekh Siti Jenar/Keutamaan Menuntut Ilmu/Meningkatkan Kualitas Diri/Ciri-ciri orang yang sengsara/orang yang bahagia | happy person/Tentukan tujuan hidup/Jangan Risau dan Jangan Bersedih/Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik/Hari Ini Milik Kita/Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri/Pintu-pintu setan/Sabar dalam menghadapi cobaan/Motor bodol untuk jarak jauh/Ingin Kaya Seriuslah Bekerja/Renungan Suci #1/Renungan Suci #2/Renungan suci #3/Biarkan Hari Esok Datang/Tersenyumlah dan jangan bersedih/3 kondisi kebahagiaan seorang hamba/Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol/
Semoga bermanfaat.

Wallahu a,lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Comments

Unknown said…
Tulis yang banyak
Unknown said…
Lebih banyak lebih baik
Unknown said…
Banyakin nulis y
Unknown said…
Adakah orang dari pdesa'n skgntng itu
Unknown said…
Trnyata cowok dri dsa juga gnteng y
Unknown said…
Semoga saja kebahagian y abang penulis terkabul

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh