Cara mempermudah bangun malam

Cara mempermudah bangun malam. Imam Ghazali rah.a. telah membagi asbab (cara memudahkan) bangun malam menjadi dua, yaitu asbab zhahir dan asbab batin.

Ilustrasi image
A. Asbab zhahir, yaitu :

  • 1. Menyedikitkan makan; karena, banyak makan akan banyak minum dan banyak tidur sehingga susah bangun untuk melaksanakan sholat tahajud.


     Kebiasaan sebagian para masyaikh adalah berdiri di samping alas makan sambil berkata kepada murid-muridnya :

     "Wahai sekalian para murid (orang-orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah)! Janganlah kalian banyak makan karenanya kalian akan banyak minum dan banyak tidur sehingga kalian akan menyesal pada saat kematian."

     Imam Ghazali rah.a. berkata, "(Asal kabir) bahwa dengan qiamul-lail akan dapat mendatangkan nushratullah (pertolongan Allah).

     Imam Zainal Abidin rah.a. berkata, "Suatu ketika mata Yahya as. tertidur sehingga kebiasaan bangun malam tertinggal, ternyhata sebabnya adalah karena terlalu banyak makan roti. Allah swt. berfirman dengan perantaraan wahyu kepadanya, "Yahya ! Kalau kamu sekali saja melihat surga firdaus maka karena rindunya, badan kamu akan bergetar, dan kamu akan menangis menghamburkan air mata darah akan mengalir, dan kamu akan buka baju lalu memakai baju besi (maksudnya, sabar menghadapi berbagai penderitaan untuk mendapatkan surga tersebut); karena engkau tidak melihatnya maka engkau telah lalai."
  • 2. Mengurangi kesibukan, ketelitian dan pekerjaan-pekerjaan yang berat di siang hari karena apabila terlalu letih maka akan banyak tidur.
  • 3. Jangan meninggalkan qailullah (tidur pada siang hari) karena ini juga akan membantu memudahkan untuk bangun malam. Rasulullah saw. bersabda, "Qailullah-lah di siang hari dan carilah pertolongan untuk qiyaamullail."
Mujahid rah.a. berkata, Umar ra. mengetahui bahwa 'amil-nya tidak qailullah di siang hari maka beliau menulis surat untuknya : "Qailullah-lah, karena syetan tidak qailullah."
  • 4. Hindarilah maksiat dan dosa-dosa karena ini juga akan memudahkan bangun malam. Sebab apabila seseorang berdosa maka hatinya akan keras dan kerasnya hati akan menjauhkan diri dari rahmat Allah swt.
Seseorang berkata kepada Hasan Bashri rah.a. "Saya bermalam dengan sehat (nyaman) pada malam hari, dan saya berpendapat bahwa sangat senang bangun malam tetapi kenapa saya tetap malas sehingga tidak dapat bangun malam ?" Hasan Bashri rah.a. menjawab, "Dosa kamulah yang telah menghalangi shalat tahajud."

Imam Sufyan ats-Tsauri rah.a. berkata, "Disebabkan satu dosa, saya tidak dapat shalat tahajud sampai 6 bulan." Orang-orang bertanya, "Apakah dosa itu ?" Dia menjawab, "Saya melihat orang sedang menangis, maka saya berkata dalam hati bahwa orang itu adalah ahli ria."

Abu Sulaiman Darani rah.a. berkata, "Shalat berjama'ah (lima waktu) tidak akan tertinggal kecuali di sebabkan oleh dosa."

Imam Ghazali rah.a. berkata, "Seluruh dosa akan mengeraskan hati dan menghalangi bangun malam."

Hasan Bashri rah.a. berkata, "Barang siapa mengqadha bangun malam, pasti itu karena dosa yang ia kerjakan."

Oleh karena itu Hasan Bashri rah.a. selalu mengoreksi diri pada waktu terbenam matahari (sore hari) dan berkata, "Lihat ! Berapa banyak hari ini kamu berbuat dosa maka beristighfar dan bertaubatlah supaya dapat bangun malam !" Dia juga berkata, "Akan sukar bangun malam bagi orang yang berdosa."

Seseorang berkata pada Ibrahim bin Adham rah.a., "Saya tidak mampu shalat malam, beritaukantah kepada saya obatnya (sehingga saya dapat bangun malam) !" Ibrahim bin Adham rah.a. menjawab, "Tinggalkan dosa di siang hari ! Apabila engkau tinggalkan dosa di siang hari maka Allah swt. akan menghadapkan mu di hadapan-Nya."

Kelebihan berdiri di hadapan Allah swt. adalah merupakan kemuliaan dan keagungan sedangkan orang-orang berdosa tidak akan mendapatkan kemuliaan seperti itu.

B. Asbab bathin juga ada empat, yaitu :
  1. Menjaga hati dari sifat kinah (mengada-ada), bid'ah, serta memikirkan dan merisaukan perkara duniawi karena barang siapa sibuk dengan pikiran dunia, ia tidak akan mudah untuk bangun malam.
  2. Takut akan akhirat, membayangkan pemandangan neraka, dan menahan tidur manusia.
  3. Pikirkanlah keutamaan tahajud yang tertera dalam ayat Al-Qur'an, hadits, dan atsar. Supaya timbul dalam hati untuk mendapatkan pahala.
  4. Timbulkanlah keyakinan dalam hati bahwa berapa banyak ayat Al-Qur'an yang dibaca ketika shalat, hakekatnya adalah berbicara pada Allah swt., mengetahuinya. (Ihyaa'uluumiddiin).
Thaus rah.a. berkata, "Ingat akan neraka telah menghilangkan tidur para abidin." Salah seorang buzruq (orang lama dalam suluk) ditanya, "Kenapa anda bangun sepanjang malam ?" Dia menjawab, "Apa bila saya ingat neraka maka ketakutan saya bertambah, dan atas dasar pengharapan inilah saya tidak dapat tidur."

Baca Juga :


/Kakek Bantal/Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa/Salman Al Farisi Pencari Kebenaran/Halaman/Rahasia Takdir/Keutamaan Akhlak/Memerangi Nafsu Dengan Lapar/Cara Mengenali Nafsu/Cara mempermudah bangun malam/Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama/Berpikir Dan Bersyukur/Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia/Jangan Menyesali Masa Lalu/Asal-Usul Syekh Siti Jenar/Keutamaan Menuntut Ilmu/Meningkatkan Kualitas Diri/Ciri-ciri orang yang sengsara/orang yang bahagia | happy person/Tentukan tujuan hidup/Jangan Risau dan Jangan Bersedih/Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik/Hari Ini Milik Kita/Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri/Pintu-pintu setan/Sabar dalam menghadapi cobaan/Motor bodol untuk jarak jauh/Ingin Kaya Seriuslah Bekerja/Renungan Suci #1/Renungan Suci #2/Renungan suci #3/Biarkan Hari Esok Datang/Tersenyumlah dan jangan bersedih/3 kondisi kebahagiaan seorang hamba/Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol/

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh