Keutamaan Menuntut Ilmu | Standar PSBB

Keutamaan Menuntut Ilmu | Standar PSBB

https://www.sukaratu.com/2020/05/keutamaan-menuntut-ilmu.html
Keutamaan Menuntut Ilmu | Standar PSBB

Keutamaan menuntut ilmu didalam Al-Qur'an banyak sekali dalilnya. Keutamaan menuntut ilmu, di antaranya adalah :

1. Surat Al-Mujadilah ayat 11
"Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman yang mempunyai ilmu diantara kamu dengan beberapa derajat"

2. Surat Az Zumar ayat 9
"Katakanlah: "Samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu"

3. Surat Al Fatih ayat 28
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba Nya hanyalah ulama"

4. Surat Al-Ankabut ayat 43
"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu".

Disamping banyak firman Allah yang menjelaskan tentang ilmu dan keutamaannya, banyak pula Hadits-hadits Rasulullah saw. yang mendukungnya, di antaranya adalah :

1. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah raRasulullah saw. bersabda
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga".

2. Hadits riwayat Imam Muslim dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan raRasulullah saw. bersabda
"Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka Dia akan memberikan pemahaman kepadanya tentang masalah agama".

Dan masih banyak lagi Hadits-hadits yang lain. Demikian besar perhatian agama Islam mengenai keutamaan menuntut ilmu, Ibnu Abbas pernah mengatakan, "Para ulama mempunyai derajat-derajat di atas orang-orang mukmin sebanyak tujuh ratus derajat, dan jarak antara dua derajat adalah perjalanan lima ratus tahun".

Fath Al Mushili pernah berkata pada sekelompok orang, katanya ! "Bukankah orang yang sakit itu bila dilarang makan dan minum serta dilarang berobat akan meninggal dunia?"
Mereka menjawab, "Betul".
"Begitu pula dengan hati, kata Imam Fath Al Mushili. Jika hati tidak di beri hikmah dan ilmu selama kurun waktu tiga hari, maka hati pun akan mati.

Mu'adz bin Jabal berkata : Belajarlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena Allah swt. adalah suatu kebaikan dan menuntut ilmu adalah ibadah, pengkajian nya adalah tasbih, penyelidikannya bagaikan jihad, pengajarannya adalah Shadaqah dan pemberian nya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah penghibur di kala kesepian, teman di waktu menyendiri dan sebagai petunjuk di kala senang atau pun susah. Ilmu adalah pembantu dan teman yang baik dan juga penerang jalan menuju ke surga.

Umar ra. berkata : Barang siapa yang menceritakan sebuah hadis, lalu di amalkan, maka mendapat pahala seperti pahala amal itu.

Orang yang mengajarkan satu ayat tentang kebaikan kepada manusia, ia akan mendapat pahala. Dan jika mereka mengamalkan kebaikan itu, maka akan mendapat pahala sebagaimana pahala yang didapatkan oleh mereka, dan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

https://www.sukaratu.com/2020/05/keutamaan-menuntut-ilmu.html
Keutamaan Menuntut Ilmu | Standar PSBB

Imam Al-Ghazali mengatakan: Allah mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, lalu menjadikan mereka dalam kebaikan sebagai pemimpin dan memberi petunjuk yang di ikuti, petunjuk dalam kebaikan, jejak mereka di ikuti dan perbuatan-perbuatan mereka di amalkan.

Para malaikat ingin menghiasi mereka dan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. Setiap benda yang basah dan yang kering bertasbih bagi mereka dan memohon ampunan bagi mereka, bahkan ikan-ikan di laut dan binatang-binatang, hewan-hewan buas dan ternak-ternak di darat serta bintang-bintang di langit bertasbih bagi mereka yang menuntut ilmu.

Karena ilmu menghidupkan hati dan menerangi pandangan yang gelap serta menguatkan badan yang lemah. Dengan ilmu mampu mencapai kedudukan orang-orang yang shalih serta derajat yang tinggi. Memikirkan ilmu sama dengan puasa dan mengkajinya sama dengan sembahyang malam.

Dengan ilmu Allah ditaati dan disembah serta di Esakan. Dengan ilmu orang berhati-hati dalam mengamalkan agama dan memelihara hubungan silaturrahim kekeluargaan. Ilmu adalah pemimpin dan amal adalah pengikutnya. Orang-orang yang mendapat ilmu adalah orang-orang yang bahagia dan bagi orang-orang yang tidak mendapatkannya adalah orang-orang yang sengsara.

Adapun dari segi akal adalah jelas bahwa ilmu itu sesuatu yang utama, karena dengan ilmu manusia sampai kepada Sang Khaliq yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dan menjadi dekat dengan-Nya.

Ia juga mendapatkan kebahagiaan yang abadi dan juga nikmat yang kekal. Ilmu memberikan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Maka orang alim dengan ilmunya menanam kebahagiaan yang abadi karena ia mendidik akhlaknya sesuai dengan tuntunan ilmu. Barangkali juga dengan pengajaran ia menanamkan kebahagiaan yang abadi karena ia mendidik orang lain dan menyeru mereka kepada perbuatan-perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.

Al-Hasan ra. Berkata. "Ilmu itu ada dua macam yaitu : Ilmu dalam kalbu dan ilmu lisan. Dan ilmu yang pertama mula diangkat (oleh Allah) adalah ilmu kalbu, yaitu ilmu batin yang memperbaiki dan meluruskan hati. Sedangkan ilmu lisan merupakan hujjah yang dapat mengalahkan orang lain dalam suatu masalah. Ilmu lisan akan bercokol dan tetap bercokol ketika ilmu hati sudah hilang. Sehingga manusia meremehkannya dan tidak tahu apa yang dituntut oleh ilmu tersebut, baik mereka itu orang-orang yang memiliki ilmu ini maupun orang lain yang tidak memilikinya dan ilmu semacam ini akan hilang lenyap dan pergi dengan kepergian si pemiliknya. Saat itulah terjadi kiamat dan huru-hara atas orang-orang yang sesat dan jahat.

Allah mengangkat ilmu (menghilangkan ilmu) kalbu dengan cara mewafatkan para ulama sebagai mana Hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda :

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari dada-dada manusia, melainkan Dia mencabutnya dengan cara mematikan para ulama. Dan dikala tidak ada lagi seorang alim pun, manusia akan menjadi orang bodoh sebagai pemimpin. Kemudian mereka di tanya (dimintai fatwa). Mereka pun berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan".
https://www.sukaratu.com/2020/05/keutamaan-menuntut-ilmu.html
Keutamaan Menuntut Ilmu | Standar PSBB
Di satu sisi orang yang berilmu sangat dimuliakan oleh agama, yaitu mereka yang diberi ilmu dan di amalkan kepada manusia. Tetapi di sisi lain orang yang berilmu sangat dibenci oleh agama, yaitu mereka yang diberi ilmu tetapi ilmunya tidak bermanfaat baik untuk orang lain maupun untuk dirinya sendiri.
Al-Khalil bin Ahmad menggolongkan manusia menjadi empat, yaitu :

1. Orang yang mengetahui dan ia mengetahui bahwa dirinya mengetahui. Itulah orang alim, maka ikutilah dia.

2. Orang yang mengetahui tetapi ia tidak mengetahui bahwa dirinya mengetahui. Itulah orang yang sedang tertidur, maka bangunkanlah dia.

3. Orang yang tidak mengetahui tetapi ia mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui. Itulah orang yang membutuhkan ilmu, maka ajarilah dia.

4. Orang yang tidak mengetahui dan ia tidak mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui Itulah orang yang bodoh, maka waspadalah terhadap mereka.

Dari ke empat golongan manusia tersebut, golongan yang pertama adalah golongan yang terbaik, yaitu orang yang mengetahui, kemudian ia mengamalkan ilmunya kepada manusia karena Allah, maka itulah orang yang diangkat derajatnya disisi Allah swt.

Halaman:

  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih

Hari ini adalah milik kita. Manfaatkanlah sebaik mungkin untuk berbuat demi mencapai kebahagiaan hidup dan untuk beramal demi mencapai surga akhirat nanti.

Manusia yang sukses segala-galanya adalah mereka yang memiliki kebahagiaan dan kedamaian lahir dan batin. Mereka yang memiliki kehidupan yang seimbang, di dunia beruntung dan di akhirat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Rahasia untuk mencapai kedua hal tersebut, haruslah kita menempuh jalan ma'rifat (jalan orang-orang yang arif). Orang yang ma'rifat adalah mereka yang berjiwa besar. Mereka mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan, mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, mampu mengubah sakit menjadi sebuah kenikmatan dan lain sebagainya.

Semoga dengan rajin membaca hal-hal yang bermanfaat, kita menjadi manusia yang berarti bagi sesama dan mulia di hadapan Allah swt. Biasakanlah budaya membaca dengan mencari Halaman yang bermanfaat, maka seakan-akan kita mendapatkan energi yang luar biasa untuk bangkit dan bersemangat. Bangkit berjuang menjalani hidup dan terpacu untuk beramal baik.

/Kakek Bantal/Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa/Salman Al Farisi Pencari Kebenaran/Halaman/Rahasia Takdir/Keutamaan Akhlak/Memerangi Nafsu Dengan Lapar/Cara Mengenali Nafsu/Cara mempermudah bangun malam/Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama/Berpikir Dan Bersyukur/Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia/Jangan Menyesali Masa Lalu/Asal-Usul Syekh Siti Jenar/Keutamaan Menuntut Ilmu/Meningkatkan Kualitas Diri/Ciri-ciri orang yang sengsara/orang yang bahagia | happy person/Tentukan tujuan hidup/Jangan Risau dan Jangan Bersedih/Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik/Hari Ini Milik Kita/Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri/Pintu-pintu setan/Sabar dalam menghadapi cobaan/Motor bodol untuk jarak jauh/Ingin Kaya Seriuslah Bekerja/Renungan Suci #1/Renungan Suci #2/Renungan suci #3/Biarkan Hari Esok Datang/Tersenyumlah dan jangan bersedih/3 kondisi kebahagiaan seorang hamba/Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol/

Semoga bermanfaat.

Wallahu a,lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh