Jangan Menyesali Masa Lalu

     Jangan menyesali masa lalu. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Jangan kita selalu mengenangnya. Jangan kita selalu berinteraksi dengannya. Sia-sia saja kita menghadirkan masa lalu dalam pikiran kita. Mengingat-ingat masa lalu, baik kenangan menyedihkan atau menyenangkan, maka hal itu adalah suatu kebodohan. Selalu membayangkan masa lalu adalah sebuah pembunuhan terhadap cita-cita. Itu merupakan pekerjaan yang sia-sia; membuang waktu saja.


Ilustrasi Image

     Jadilah orang yang cerdik dan arif, mereka tidak terlalu memikirkan dan menyesali masa lalu. Hari-hari yang dilaluinya dilipat dan tidak perlu diceritakan. Masa lalunya ditutup dan dikunci rapat untuk selama-lamanya. Masa lalunya dimasukkan ke dalam penjara.

     Sebuah duka cita tidak perlu mengembalikan kenangan masa lalu. Sebuah kesedihan tidak perlu lagi berusaha untuk memperbaiki masa lalu. Sebuah kepiluan tidak perlu ada usaha untuk membenarkannya. Kekaburan hidup tidak perlu lagi untuk menghidupkan awal masa lalu. Sebab ia telah tiada dan tidak ada wujudnya. Mengungkap sejalan dengan lenyapnya matahari petang.

     Selamatkanlah diri kita dari bayang-bayang masa lalu. Apakah kita menginginkan air di muara kembali ke sumbernya? Apakah mungkin, kita dapat mengembalikan bayi ke rahim ibunya? Apakah kita menginginkan matahari berputar menuju tempat terbitnya semula?

     Interaksi kita dengan masa lalu, kekecewaan kita kepadanya kekesalan kita terhadapnya dan ketergantungan kita dengannya merupakan situasi yang menyedihkan, menakutkan, mencemaskan, mengejutkan dan membuat kita terlena.

     Jangan membuka dan membaca lembaran masa lalu. Jika kita terlena dengan masa lalu kita tentu akan sia-sia masa depan kita. Kita akan mengalami kehancuran dan kegagalan terhadap ikhtiar kita. Bukankah Allah swt. telah menyebutkan dan menceritakan bangsa-bangsa (kaum-kaum) terdahulu.

     تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/593-quran-surat-al-baqarah-ayat-141.html

     Itu adalah umat yang telah lalu. [QS.Al-Baqarah 141]

     Mengapa Allah berkata demikian? Sebab masa lalu kita sudah berakhir. Hal itu tidak memberikan keuntungan. Percuma saja membedah tulang belulang bangkai. Tak ada gunanya mengembalikan roda sejarah saja.

     Mengulang masa lalu seperti orang menggiling gandum. Sama halnya kita menggiling diri kita sendiri. Atau, seperti orang yang menggergaji dirinya sendiri. Orang-orang jaman dulu memberikan nasihat demikian,"Janganlah kita keluarkan mayat dari liang kubur mereka."

     Kelemahan kita dan bencana yang menimpa kita adalah karena diri kita tidak mampu menghadapi masa depan, kita sibuk dengan masa lalu. Kita terlena dengan istana-istana yang indah dan selalu menangisi reruntuhan yang sudah tidak berharga lagi. Seandainya seluruh malaikat dan umat manusia dan seluruh jin berkumpul untuk mengembalikan masa lalu, niscaya mereka semua tidak mampu, sebab hal itu adalah sesuatu yang mustahil.

     Seharusnya umat manusia tidak perlu menoleh ke belakang (masa lalu). Sebab hembusan angin selalu mengarah dari depan. Air mengalir ke arah depan, rombongan kafilah terus maju ke arah depan. Oleh karenanya, janganlah kita menyalahi sunnah kehidupan.
  • Semoga bermanfaat.

    Wallahu a,lam bish-shawab.
    Billahit-taufiq wal-hidayah.

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh