Berpikir Dan Bersyukur

     Berpikir Dan Bersyukur adalah orang yang mempunyai jiwa sempurna dan hidup bermanfaat ialah jika diri kita mampu meraih puncak kebahagiaan. Kebahagiaan dapat di capai jika kita mau berpikir dan bersyukur kepada Tuhan. Artinya, kita harus selalu ingat anugerah Allah yang telah dilimpahkan kepada kita. Jika kita mengingatnya dan merenungkannya, maka seluruh jiwa dan raga kita telah tenggelam dengan anugerah Ilahi, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

     Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu melakukannya. [QS. Ibrahim 34]

Anugerah Allah tiada terhingga, mencangkup berbagai macam. Umpamanya berupa kesehatan, keamanan hidup, makanan, pakaian, udara dan air. Kita memiliki dunia, namun kita tidak menyadarinya. Kita memiliki kehidupan, namun tidak mengetahuinya.

Allah berfirman :

Dan Dia telah menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. [QS. Lukman 20]

     Apakah kita menyadari bahwa diri kita memiliki dunia dan seisinya ?
Perhatikanlah, bahwa kita memiliki dua mata yang berfungsi sempurna. Kita memiliki lidah yang bisa merasakan kelezatan makanan, bibir, sepasang tangan, sepasang kaki dan sebagainya. Ini merupakan anugerah yang tidak dapat dihitung tingginya. Apakah kita mendustai anugerah dari Tuhan ini ? Allah mempertanyakan dalam [QS. Ar-Rahman 77]

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? [QS. Ar-Rahman 77]

     Kita harus bersyukur. Pikirkanlah ! Berapa banyak orang yang memiliki kaki cacat dan susah untuk berjalan. Sementara kita bisa melangkah dengan nyaman. Ini bukan persoalan sederhana. Bukan masalah remeh. Kita mampu bertumpu pada kedua lutut kita dan kedua telapak kaki kita. Sementara, diluar sana banyak orang yang memiliki lutut dan telapak kaki yang tidak berfungsi.


     Pikirkanlah agar kita bisa bersyukur !
Kita bisa tidur dengan nyenyak, sementara disana terdapat rintihan kesakitan yang kerap mengganggu tidur orang lain. Apakah sebuah kehinaan bahwa kita mengenyangkan perut kita dengan makanan yang lezat dan minum air yang sejuk, sementara di sana ada orang yang tidak mempunyai selera makan karena berbagai penyakit.

     Luangkanlah waktu sedikit saja untuk memikirkan sepasang telinga kita !
Apakah kita tidak bersyukur, sedangkan kita di berikan pendengaran yang sehat. Sementara di luar sana banyak orang yang terganggu telinganya.

     Pikirkan tentang kulit kita !
Apakah kita tidak bersyukur. Sementara tidak sedikit orang yang berpenyakit kulit dan mengeluarkan uang sedemikian banyak demi kesehatan kulitnya. Tidak sedikit orang yang menderita kusta dan gangguan kronis lainnya.

     Tengoklah akal pikiran kita !
Betapa kita telah mendapatkan anugerah yang luar biasa. Dengan pikiran kita yang sehat, kita bisa membedakan kebaikan dan keburukan, bisa membedakan sesuatu yang bermanfaat dan sesuatu yang tidak bermanfaat. Pikirkanlah ! Sementara di luar sana banyak orang yang jiwa dan pikirannya terganggu. Hatinya tersiksa, menjadi gila dan dungu.


Jangan Membiarkan Waktu Luang

     Jangan membiarkan waktu luang supaya hidup kita harus berarti. Jangan biarkan usia kita berlalu dengan sia-sia. Jangan biarkan waktu luang kita menguap tanpa memberikan manfaat apa pun bagi diri kita maupun bagi orang lain.

     Ketahuilah !
Orang yang tidak memiliki kesibukan (menganggur) adalah orang-orang cenderung menyebarkan fitnah. Sebab pikiran mereka kosong, tidak disibukkan mengerjakan aktivitas yang bermanfaat.

     Akal pikiran orang yang menganggur itu berada dalam bahaya. Bagaikan kereta cepat yang terus berjalan turun dan melaju tanpa pengemudi. Kereta lari kearah kanan atau arah kiri.

     Jika kita bermalas-malasan dan suka menganggur, maka bersiap-siaplah menemui duka cita, kegelisahan dan kesedihan. Menganggur berarti membiarkan waktu kita kosong. Berarti pula kita akan ditarik dan diajak untuk membuka memori (ingatan) masa lalu, sekarang dan akan datang.

     Keadaan yang demikian ini akan menjadikan dan memposisikan kita dalam kondisi kacau dan tidak menentu. Nasehat dan saran adalah bahwa kita harus melakukan kegiatan (pekerjaan) yang memberikan manfaat dan keuntungan.

     Aktivitas itu sebagai pengganti untuk mengisi kekosongan waktu, sehingga diri kita tidak menganggur. Karena kekosongan waktu akan menyebabkan sesuatu yang negatif.

     Kekosongan waktu dan pengangguran merupakan suatu penyiksaan secara perlahan, seperti yang dilakukan dalam penjara. Lalu orang itu ditahan dan diletakkan di bawah tabung gas, yang setiap saat menetes ke tubuhnya. Pada saat-saat penantian tetesan antara satu dengan yang lainnya, maka orang yang terpenjara itu tertimpa penyakit gila yang kemungkinan tidak dapat diobati.

     Kebiasaan menyia-nyiakan waktu merupakan sesuatu kelalaian. Karena, pengangguran ibarat pencuri profesional. Sementara akal pikiran kita ibarat mangsa empuk yang siap dihancurkan oleh bayangan peperangan yang tidak membawa manfaat sama sekali.

Semoga tulisan ini menjadi ladang amal saya dan ladang amal bagi para pembaca
Wallahu a'lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh