Sabar dalam menghadapi cobaan

    Apa bila kita mendapatkan cobaan dari Allah . Maka yang harus kita lakukan adalah bersabar dan berusaha menghibur diri. Sabar disini yang berarti menahan diri dari sifat membenci takdir yang kita alami saat ini. Menahan diri dari ungkapan keluh kesah, juga menahan anggota badan dari perbuatan maksiat dan perbuatan tercela lainnya.

     Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa arti sabar berkisar tiga hal di atas. Jika seorang hamba telah melakukan tiga hal tersebut sebagaimana mestinya, maka ujian yang kita alami akan menjadi subuah anugerah disisi Allah. Derita yang menimpanya akan diganti dengan pemberian berharga. Hal yang tidak kita sukai menjadi kita sukai. Karena sesungguhnya Allah menguji kita bukan untuk mencelakakannya, akan tetapi menguji kesabaran kita dan menakar kualitas penghambaan kita.

     Allah mempunyai hak terhadap hamba-Nya, baik itu di saat kesempitan maupun disaat lapang. Allah mempunyai hak disaat kita dalam kesusahan, sebagai mana Allah mempunyai hak atas hamba-Nya disaat kita senang. Sementara kebanyakan kita hanya mampu menampakan bentuk penghambaannya disaat kita senang saja bahkan melupakan-Nya. Padahal rasa penghambaan sangat dituntut tatkala kita dalam keadaan suka maupun duka/sedang beruntung ataupun dalam kerugian dan sebagainya. Dengan peringatan tersebut kita akan di ukur kedudukannya di sisi Allah.

    Barang siapa yang menempatkan diri sebagai hamba Allah dengan benar-benar menunaikannya secara sempurna, maka mereka itu akan menjadi sosok hamba seperti yang disinggung dalam firman-Nya:
          "Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya" (Az-Zumar : 36)

    Jaminan kecukupan akan datang dengan sempurna jika kualitas penghambaan kita di aplikasikan dengan sempurna pula. Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa suatu pemberian yang kurang akan hadir seiring dengan kualitas pengabdian yang kurang.

    Barang siapa yang mendapati nasib yang baik, hendaklah ia mengungkapkan Alhamdulillah. Barang siapa yang mendapatkan nasib selain itu, janganlah mencela kecuali dirinya sendiri. Jika seseorang telah mendapatkan jaminan kecukupan penuh dari Allah swt, maka merekalah hamba Allah yang sejati, yang tidak ada satu pun dari-Nya mempunyai kuasa atas mereka.

   Allah swt. berfirman:
  "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka." (Al-Hijr : 42).

Halaman:

  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih

Hari ini adalah milik kita. Manfaatkanlah sebaik mungkin untuk berbuat demi mencapai kebahagiaan hidup dan untuk beramal demi mencapai surga akhirat nanti.

Manusia yang sukses segala-galanya adalah mereka yang memiliki kebahagiaan dan kedamaian lahir dan batin. Mereka yang memiliki kehidupan yang seimbang, di dunia beruntung dan di akhirat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Rahasia untuk mencapai kedua hal tersebut, haruslah kita menempuh jalan ma'rifat (jalan orang-orang yang arif). Orang yang ma'rifat adalah mereka yang berjiwa besar. Mereka mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan, mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, mampu mengubah sakit menjadi sebuah kenikmatan dan lain sebagainya.

Semoga dengan rajin membaca hal-hal yang bermanfaat, kita menjadi manusia yang berarti bagi sesama dan mulia di hadapan Allah swt. Biasakanlah budaya membaca dengan mencari Halaman yang bermanfaat, maka seakan-akan kita mendapatkan energi yang luar biasa untuk bangkit dan bersemangat. Bangkit berjuang menjalani hidup dan terpacu untuk beramal baik.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a,lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Comments

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh