Pintu-pintu setan

     Tatkala iblis mengetahui bahwa Allah tidak akan menyerahkan hamba-Nya kepada iblis, dan iblis tidak akan mempunyai kuasa atasnya, maka iblis bersumpah,

     "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlish di antara mereka (yaitu orang-orang yang telah deberi taufik untuk menaati segala petunjuk dan firman Allah."(Shaad : 82-83)

     Allah berfirman:

     "sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan adalah agar Kami membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu."(Saba : 20-21)

     Dengan demikian, Allah tidak akan memberikan kesempatan kepada musuh-Nya untuk menguasai hamba-hamba-Nya yang beriman. Karena, mereka selalu dalam lindungan-Nya, naungan-Nya, penjagaan-Nya dan selalu di bawah curahan rahmat-Nya.

    Jika salah satu hamba-Nya ada yang dapat dibunuh oleh musuh-Nya, sebagaimana seorang pencuri membunuh seorang yang lalai dalam melindungi dirinya, maka sangat wajar. Karena, ketika itu menunjukan bahwa kita telah dikuasai oleh sifat lupa, dorongan syahwat dan amarah. Keberhasilan setan untuk masuk kedalam jiwa kita dari tiga pintu tersebut, walaupun telah dijaga dengan ketat, berarti tetap menunjukan kelalaian kita. Atau, karena jiwa kita telah dikuasai syahwat dan amarah sehingga sangat mudah bagi iblis untuk menguasai kita dan mengendalikannya semaunya.

    Nabi Adam a.s. sendiri, sebagai nenek moyang manusia, adalah makhluk yang paling lapang dada dan cerdas otaknya. Meskipun demikian, musuh Allah tetap menguntitnya sampai akhirnya Nabi Adam a.s dapat terjebak ke perangkap iblis dalam keadaan sedemikian terhina. Apalagi dengan orang yang tidak bisa berlapang dada dan bersabar.

    Barang siapa yang akal, kehendak, obsesi, dan cita-citanya selalu mengekor dengan kendali akal nenek moyangnya, maka keadaannya ibarat setetes buih di tengah lautan. Tetapi, musuh Allah tidak akan mampu menggoda seorang mukmin yang sejati, kecuali hanyalah sesaat, yaitu saat ia terlupa. Sehingga, ia terjerumus di dalamnya karena menganggap bahwa ia tidak akan bertemu dengan Tuhannya. Peristiwa sesaat seperti itu akan dimanfaatkan oleh iblis untuk kemudian memaksanya bertindak lebih jauh dan mencelakakannya. Padahal, jika seorang hamba sabar dan mengetahui hakikat semua itu, niscaya akan ia temukan bahwa anugerah, rahmat, dan ampunan Allah akan selalu
menyertai semua hal tersebut.

Halaman:

  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih

Hari ini adalah milik kita. Manfaatkanlah sebaik mungkin untuk berbuat demi mencapai kebahagiaan hidup dan untuk beramal demi mencapai surga akhirat nanti.

Manusia yang sukses segala-galanya adalah mereka yang memiliki kebahagiaan dan kedamaian lahir dan batin. Mereka yang memiliki kehidupan yang seimbang, di dunia beruntung dan di akhirat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Rahasia untuk mencapai kedua hal tersebut, haruslah kita menempuh jalan ma'rifat (jalan orang-orang yang arif). Orang yang ma'rifat adalah mereka yang berjiwa besar. Mereka mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan, mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, mampu mengubah sakit menjadi sebuah kenikmatan dan lain sebagainya.

Semoga dengan rajin membaca hal-hal yang bermanfaat, kita menjadi manusia yang berarti bagi sesama dan mulia di hadapan Allah swt. Biasakanlah budaya membaca dengan mencari Halaman yang bermanfaat, maka seakan-akan kita mendapatkan energi yang luar biasa untuk bangkit dan bersemangat. Bangkit berjuang menjalani hidup dan terpacu untuk beramal baik.


Semoga bermanfaat.

Wallahu a,lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Comments

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh