Jangan Risau dan Jangan Bersedih

 Jangan Risau dan Jangan Bersedih
       Jangan kita bersedih dan risau terhadap urusan duniawi, maka hal itu sia-sia. Sebab urusan duniawi tidak perlu dirisaukan. Apalagi bersedih karenanya. Dunia hanyalah impian, mimpi bagi orang yang sedang tidur, dan jembatan bagi orang yang melintas. Dunia hanyalah batu loncattan untuk menuju tempat yang lebih mulia.

https://www.percetakansukawera.com/

       Dunia ini ibarat rumah bagi yang tidak memiliki rumah, harta bagi yang tidak berharta. Padanya dikumpulkan orang yang tidak berakal, dan di atasnya dimusuhi orang yang tidak memiliki pemahaman.
       Malik bin Dinar. berkata, "Seberapa besar engkau bersedih terhadap dunia, maka sebesar itu pula keluar dari hatimu kesusahan terhadap akhirat. Dan sebesar apa kamu bersedih terhadap akhirat, maka sebesar itu pula keluar dari hatimu kesusahan terhadap dunia."

       Janganlah mencurahkan seluruh perhatianmu kepada duniawi. Jangan pula merisaukannya. Maka akan merasakan kesedihan yang cukup lama. Bersemangatlah dalam meraih kebenaran. Karena semangat tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang yang cinta kebenaran.

       Sebuah hadis dari Anas bin Malik ra. menerangkan bahwa,

Rasulullah saw. bersabda.
     "Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai perhatiannya, Allah akan menjadikannya kaya hati, mengumpulkan seluruh kekuatan untuknya, dan akan datang kepadanya dunia dengan melimpah ruah. Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai perhatiannya, Allah menjadikan kefakiran berada dihadapan matanya, memecah belah kekuatannya, dan tidak akan datang dunia kepadanya, kecuali sebatas yang ditentukan untuknya." HR. At-Turmidzi.

      Fudhail bin Iyadh, berkata. "Di dunia ini orang mukmin berada dalam keadaan susah. Perhatian utama adalah bekal untuk dirinya. Barangsiapa yang di dunia bersikap seperti itu, maka tidak ada yang menjadi perhatiannya kecuali berbekal sesuatu yang bermanfaat buat kembali ke negrinya yang abadi. Dia tidak berusaha mengungguli penduduk negri yang dia sendiri asing di antara mereka dalam kemuliaan, dan tidak bersedih karena kehinaan di sisi mereka."

     Ja'far bin Sulaiman berkata. "Kerisauan terhadap duniawi adalah kegelapan dalam hati, sedangkan kecemasan terhadap akhirat adalah cahaya dalam hati."

     Nabi Musa as. berjalan dari Mesir ke Madyan. ia tidak membawa bekal makanan kecuali sayur dan dedaunan. Dia tidak beralas kaki. Sebab begitu sampai di Madyan terompanya terlepas dari kedua kakinya. Ia duduk di naungan yang teduh, perutnya melekat dengan punggungnya karena saking laparnya.  Musa berkata: Wahai Tuhan, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku. (QS.Al-Qashas : 24).

     Nabi Musa berlindung di bawah naungan Dzat yang menyejukkan tubuhnya dan berlindung di bawah naungan yang Agung, naungan Allah Yang Mulia. Pemberi ruh dan hati.

     "Ya Allah, sesungguhnya aku berada ditengah hari yang panas. Tuhan ku, sesungguhnya aku fakir (butuh). Tuhan ku, sesungguhnya aku sendirian. Tuhan ku, sesungguhnya aku lemah. Wahai Rabb ku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan karunia, pemberian dan kemurahan Mu."

     Allah swt. segera memenuhi hajat (keinginan) bagi hati yang tunduk, doa orang yang alim dan shalih. Mengabulkan doa Nabi Musa yang fakir, doa untuk berlindung dan kemurahan.

     "Sesungguhnya bapak ku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu karena memberikan minum terhadap ternak kami."(QS.Al-Qashas : 25).

      Maka Nabi Musa as. keluar dalam keadaan takut. Lalu Allah memberikan rasa aman dan memberinya rezeki. Nabi Musa as. mendapatkan istri dari putri Nabi Syueb as.

      Demikian takdir dan kehendak Allah terhadap hamba-Nya. Maka kita harus menjalani takdir dengan ikhlas. Serahkanlah urusan hidup kita kepada Allah Yang Maha Mengatur. Jangan risaukan hidup kita karena segala sesuatunya sudah diurus oleh Allah Yang Maha Pemurah dalam memberikan rezeki.

Halaman:

  1. Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol
  2. Tuban Abu Mualak | Bocah Berbakti Kepada Orang Tua
  3. Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo
  4. Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol
  5. Kakek Bantal
  6. Kisah Wali Songo | Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa
  7. Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba
  8. Motor bodol untuk jarak jauh
  9. Sabar dalam menghadapi cobaan
  10. Pintu-pintu setan
  11. Obat sakit hati bisa dilakukan sendiri
  12. Hari Ini Milik Kita
  13. Kalimat motivasi untuk hidup lebih baik
  14. Jangan Risau dan Jangan Bersedih
  15. Tentukan Tujuan Hidup
  16. orang yang bahagi | happy person
  17. Ciri-ciri orang yang sengsara
  18. Meningkatkan kualitas diri
  19. Keutamaan Menuntut Ilmu
  20. Asal-Usul Syekh Siti Jenar
  21. Jangan Menyesali Masa Lalu
  22. Rahasia Bahagia | Kunci Bahagia
  23. Berpikir Dan Bersyukur
  24. Mush'ab bin Umair Duta Islam yang Pertama
  25. Salman Al Farisi Pencari Kebenaran
  26. Cara mempermudah bangun malam
  27. Cara Mengenali Nafsu
  28. Memerangi Nafsu Dengan Lapar
  29. Keutamaan Akhlak
  30. Rahasia Takdir
  31. Renungan Suci #1
  32. Renungan Suci #2
  33. Renungan Suci #3
  34. Ingin Kaya | Seriuslah Bekerja
  35. Biarkan Hari Esok Datang
  36. Tersenyumlah Dan Jangan Bersedih

Hari ini adalah milik kita. Manfaatkanlah sebaik mungkin untuk berbuat demi mencapai kebahagiaan hidup dan untuk beramal demi mencapai surga akhirat nanti.

Manusia yang sukses segala-galanya adalah mereka yang memiliki kebahagiaan dan kedamaian lahir dan batin. Mereka yang memiliki kehidupan yang seimbang, di dunia beruntung dan di akhirat mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Rahasia untuk mencapai kedua hal tersebut, haruslah kita menempuh jalan ma'rifat (jalan orang-orang yang arif). Orang yang ma'rifat adalah mereka yang berjiwa besar. Mereka mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan, mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, mampu mengubah sakit menjadi sebuah kenikmatan dan lain sebagainya.

Semoga dengan rajin membaca hal-hal yang bermanfaat, kita menjadi manusia yang berarti bagi sesama dan mulia di hadapan Allah swt. Biasakanlah budaya membaca dengan mencari Halaman yang bermanfaat, maka seakan-akan kita mendapatkan energi yang luar biasa untuk bangkit dan bersemangat. Bangkit berjuang menjalani hidup dan terpacu untuk beramal baik.


Semoga bermanfaat.

Wallahu a,lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo

Motor bodol untuk jarak jauh