Motor bodol untuk jarak jauh

     Apa sih yang dimaksud motor bodol itu ?

Motor bodol adalah bahasa dari kampung saya yang arti nya motor yang sudah butut atau motor yang sudah tidak layak pakai untuk jarak jauh.

    Sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya tentang motor bodol yang saya miliki.


https://www.percetakansukawera.com/2020/03/motor-bodol.html
Motor bodol untuk jarak jauh.html
Baca juga: Motor Bodol
     Ketika itu saya selaku orang tua harus mendaftarkan anak saya kesekolah tingkat menengah pertama, dan juga melakukan pendaftaran di pondok pesantren. Yang jaraknya dari rumah kekota sekitar 50 km. Sebelum berangkat saya tanya dahulu kepada anak saya yang bernama Rendy Firmansyah.

Saya bertanya. Nak ,,,, !. Gak apa-apakan bapak yang ngantar gunakan motor yang ini. (Dikarenakan saya hanya memiliki satu motor). Kemudian anak saya pun jawab gak apa-apa sambil menganggukan kepalanya.

   Dan saya pun bergegas menyiapkan motor, saya cek kondisi motor seperti ban, rante, bensin dan rem demi keselamatan dalam perjalanan. Dan anak saya pun menyiapkan barang bawaannya dibantu sama ibu dan kaka perempuannya.

   Setelah saya sudah siap dengan motornya, saya bertanya kepada rendy. Apakah sudah siap semuahnya barang bawaan jangan samapi ada yang ketinggalan. Kemudian rendy pun sudah siap untuk lekas berangat, lalu rendy berpamitan dengan ibu, kaka dan adiknya. Berangkatlah saya mengantar anak saya kepondok pesantren.

   Singkat cerita sampailah kepondo pesantren.
Para orang tua mengantar anaknya kepodok pesantren banyak yang mengantar menggunakan mobil, banyak juga yang menggunakan motor, akan tetapi motor mereka semuanya bagus-bagus dan layak untuk perjalanan jarak jauh. Tidak seperti motor yang saya miliki tidak layak untuk jarak jauh.

https://www.percetakansukawera.com/2020/03/motor-bodol.html
Motor bodol untuk jarak jauh.html

   Dari situlah timbul kawatir terhadap anak saya menjadi minder/gak percaya diri. Lalu saya berpesan kepada anak saya. Jangan banyak fikiran, cuma satu yang harus kamu fikirkan yaitu belajar di pondok pesantren ini dan berusaha untuk betah sampe lulus. Dan anak saya pun menjawab ya !

   Dan saya pun berkata pada anak saya. Jangan merasa malu di antar menggunakan motor yang sudah bodol / sudah tidak layak pakai, syukuri saja ini milik kita, ini rezeki kita. Mereka pun yang diantar menggunakan mobil dan motor-motor bagus biarkan saja tidak boleh iri hati, itu milik mereka, itu rezeki mereka.

    Itulah pengalaman singkat saya, dan saya pun berharap semoga saja anak saya mengerti dengan keadaan orang tuanya yang tidak memiliki motor yang bagus apalagi mobil.

Baca juga:
Keutamakan Menuntut Ilmu
     Keutamaan menuntut ilmu didalam Al-Qur'an banyak sekali dalilnya. Keutamaan menuntut ilmu, di antaranya adalah :

1. Surat Al-Mujadilah ayat 11
"Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman yang mempunyai ilmu diantara kamu dengan beberapa derajat"

2. Surat Az Zumar ayat 9
"Katakanlah: "Samakah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang tidak berilmu"

3. Surat Al Fatih ayat 28
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba Nya hanyalah ulama"

4. Surat Al-Ankabut ayat 43
"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu".

Disamping banyak firman Allah yang menjelaskan tentang ilmu dan keutamaannya, banyak pula Hadits-hadits Rasulullah saw. yang mendukungnya, di antaranya adalah :

1. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah raRasulullah saw. bersabda
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga".

2. Hadits riwayat Imam Muslim dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan raRasulullah saw. bersabda
"Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka Dia akan memberikan pemahaman kepadanya tentang masalah agama".

Dan masih banyak lagi Hadits-hadits yang lain. Demikian besar perhatian agama Islam mengenai keutamaan menuntut ilmu, Ibnu Abbas pernah mengatakan, "Para ulama mempunyai derajat-derajat di atas orang-orang mukmin sebanyak tujuh ratus derajat, dan jarak antara dua derajat adalah perjalanan lima ratus tahun".

     Fath Al Mushili pernah berkata pada sekelompok orang, katanya ! "Bukankah orang yang sakit itu bila dilarang makan dan minum serta dilarang berobat akan meninggal dunia?"
Mereka menjawab, "Betul".
"Begitu pula dengan hati, kata Imam Fath Al Mushili. Jika hati tidak di beri hikmah dan ilmu selama kurun waktu tiga hari, maka hati pun akan mati.

     Mu'adz bin Jabal berkata : Belajarlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena Allah swt. adalah suatu kebaikan dan menuntut ilmu adalah ibadah, pengkajian nya adalah tasbih, penyelidikannya bagaikan jihad, pengajarannya adalah Shadaqah dan pemberian nya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah penghibur di kala kesepian, teman di waktu menyendiri dan sebagai petunjuk di kala senang atau pun susah. Ilmu adalah pembantu dan teman yang baik dan juga penerang jalan menuju ke surga.

     Umar ra. berkata : Barang siapa yang menceritakan sebuah hadis, lalu di amalkan, maka mendapat pahala seperti pahala amal itu.

     Orang yang mengajarkan satu ayat tentang kebaikan kepada manusia, ia akan mendapat pahala. Dan jika mereka mengamalkan kebaikan itu, maka akan mendapat pahala sebagaimana pahala yang didapatkan oleh mereka, dan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
     Imam Al-Ghazali mengatakan: Allah mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, lalu menjadikan mereka dalam kebaikan sebagai pemimpin dan memberi petunjuk yang di ikuti, petunjuk dalam kebaikan, jejak mereka di ikuti dan perbuatan-perbuatan mereka di amalkan.

     Para malaikat ingin menghiasi mereka dan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. Setiap benda yang basah dan yang kering bertasbih bagi mereka dan memohon ampunan bagi mereka, bahkan ikan-ikan di laut dan binatang-binatang, hewan-hewan buas dan ternak-ternak di darat serta bintang-bintang di langit bertasbih bagi mereka yang menuntut ilmu.

     Karena ilmu menghidupkan hati dan menerangi pandangan yang gelap serta menguatkan badan yang lemah. Dengan ilmu mampu mencapai kedudukan orang-orang yang shalih serta derajat yang tinggi. Memikirkan ilmu sama dengan puasa dan mengkajinya sama dengan sembahyang malam.

     Dengan ilmu Allah ditaati dan disembah serta di Esakan. Dengan ilmu orang berhati-hati dalam mengamalkan agama dan memelihara hubungan silaturrahim kekeluargaan. Ilmu adalah pemimpin dan amal adalah pengikutnya. Orang-orang yang mendapat ilmu adalah orang-orang yang bahagia dan bagi orang-orang yang tidak mendapatkannya adalah orang-orang yang sengsara.

Baca Juga :
     Adapun dari segi akal adalah jelas bahwa ilmu itu sesuatu yang utama, karena dengan ilmu manusia sampai kepada Sang Khaliq yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dan menjadi dekat dengan-Nya.

     Ia juga mendapatkan kebahagiaan yang abadi dan juga nikmat yang kekal. Ilmu memberikan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Maka orang alim dengan ilmunya menanam kebahagiaan yang abadi karena ia mendidik akhlaknya sesuai dengan tuntunan ilmu. Barangkali juga dengan pengajaran ia menanamkan kebahagiaan yang abadi karena ia mendidik orang lain dan menyeru mereka kepada perbuatan-perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.

     Al-Hasan ra. Berkata. "Ilmu itu ada dua macam yaitu : Ilmu dalam kalbu dan ilmu lisan. Dan ilmu yang pertama mula diangkat (oleh Allah) adalah ilmu kalbu, yaitu ilmu batin yang memperbaiki dan meluruskan hati. Sedangkan ilmu lisan merupakan hujjah yang dapat mengalahkan orang lain dalam suatu masalah. Ilmu lisan akan bercokol dan tetap bercokol ketika ilmu hati sudah hilang. Sehingga manusia meremehkannya dan tidak tahu apa yang dituntut oleh ilmu tersebut, baik mereka itu orang-orang yang memiliki ilmu ini maupun orang lain yang tidak memilikinya dan ilmu semacam ini akan hilang lenyap dan pergi dengan kepergian si pemiliknya. Saat itulah terjadi kiamat dan huru-hara atas orang-orang yang sesat dan jahat.

     Allah mengangkat ilmu (menghilangkan ilmu) kalbu dengan cara mewafatkan para ulama sebagai mana Hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda :

     "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari dada-dada manusia, melainkan Dia mencabutnya dengan cara mematikan para ulama. Dan dikala tidak ada lagi seorang alim pun, manusia akan menjadi orang bodoh sebagai pemimpin. Kemudian mereka di tanya (dimintai fatwa). Mereka pun berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan".

     Di satu sisi orang yang berilmu sangat dimuliakan oleh agama, yaitu mereka yang diberi ilmu dan di amalkan kepada manusia. Tetapi di sisi lain orang yang berilmu sangat dibenci oleh agama, yaitu mereka yang diberi ilmu tetapi ilmunya tidak bermanfaat baik untuk orang lain maupun untuk dirinya sendiri.

     Al-Khalil bin Ahmad menggolongkan manusia menjadi empat, yaitu :

1. Orang yang mengetahui dan ia mengetahui bahwa dirinya mengetahui. Itulah orang alim, maka ikutilah dia.

2. Orang yang mengetahui tetapi ia tidak mengetahui bahwa dirinya mengetahui. Itulah orang yang sedang tertidur, maka bangunkanlah dia.

3. Orang yang tidak mengetahui tetapi ia mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui. Itulah orang yang membutuhkan ilmu, maka ajarilah dia.

4. Orang yang tidak mengetahui dan ia tidak mengetahui bahwa dirinya tidak mengetahui Itulah orang yang bodoh, maka waspadalah terhadap mereka.

     Dari ke empat golongan manusia tersebut, golongan yang pertama adalah golongan yang terbaik, yaitu orang yang mengetahui, kemudian ia mengamalkan ilmunya kepada manusia karena Allah, maka itulah orang yang diangkat derajatnya disisi Allah swt. 

Wallahu a,lam bish-shawab.
Billahit-taufiq wal-hidayah.

Semoga bermanfaat. Motor bodol untuk jarak jauh

Comments

Popular posts from this blog

Mush'ab bin Umair Duta Islam Yang Pertama | 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

Ridha Terhadap Ketentuan Allah | Bersama Motor bodol

Tiga kondisi kebahagiaan seorang hamba

Hiduplah Sebagaimana Adanya | Motor Bodol

Jangan Menyesali Masa Lalu

Asal Usul Sunan Apel | Kisah Wali Songo